Lamongan klaim penjualan hewan kurban tak terpengaruh PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengklaim penjualan hewan kurban di wilayah itu tak terpengaruh adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diberlakukan pemerintah.

"Dengan berbagai pembatasan, penjualan hewan kurban tidak berdampak. Justru di beberapa lokasi mengalami kenaikan dibanding tahun lalu," kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di Lamongan, Jumat.

Selain itu, kata Yuhronur, dari beberapa tempat penjualan sapi dan kambing juga rata-rata habis terjual. Contohnya, di Kecamatan Sugio yang menyediakan 250 ekor sapi dan yang sudah terjual 240 ekor.

"Pada prinsipnya penjualan hewan kurban dan produksi hewan ternak di Kabupaten Lamongan cukup menggembirakan," kata Yuhronur dalam siaran persnya.

Ia mengatakan, pada tahun ini terdapat 175 titik penjualan hewan kurban yang tercatat di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan.

Serta, di beberapa lokasi itu juga sudah dipastikan kesehatannya karena rutin dilakukan pemeriksaan mulai dari mata hingga kondisi tubuh hewan.

"Pemeriksaan tersebut untuk memastikan hewan kurban yang dijual terlihat cukup sehat, cukup umur dan pemeliharaan juga memadai," katanya.

Yuhronur meminta setiap penjual hewan kurban untuk mematuhi panduan teknis pemotongan hewan kurban sebagaimana yang tertuang dalam SE Dirjen PKH No. 8017 Tahun 2021.

Beberapa ketentuannya yakni penjualan dan pemotongan hewan kurban dilakukan ditempat yang berizin, wajib menggunakan APD minimal masker, menjaga jarak minimal 1 meter, pemeriksaan suhu tubuh dan penyediaan fasilitasi cuci tangan dan hand sanitizer.

“Sebisa mungkin penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), kalaupun tidak di RPH dipastikan semua yang memotong itu sehat, tidak terpapar. Semuanya ini sifatnya untuk menjaga jangan sampai ini menjadi klaster baru," katanya.

Baca juga: Lamongan kembangkan sapi "Belgian Blue"

Baca juga: Pembangunan jaringan gas rumah tangga di Lamongan kembali dilanjutkan

Baca juga: Pemkab Lamongan dorong harga gabah di tingkat petani sesuai HPP

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel