Lampard Kritik Gaya Penalti Rashford di Final Euro 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Legenda Timnas Inggris, Frank Lampard melontarkan kritikan kepada Marcus Rashford usai sang pemain gagal mengeksekusi penalti dengan baik di laga Final Euro 2020 / 2021. Seperti diketahui, Inggris harus tumbang dari Italia lewat drama adu penalti pada final Euro 2020, di Wembley Stadium, Senin dini hari (12/7/2021) WIB.

Harry Kane dan kolega kalah 2-3 setelah kedua tim bermain imbang di selama 120 menit. Rashford yang masuk pada menit ke-120 memang sengaja disiapkan oleh manajer Gareth Southgate sebagai algojo penalti laga tersebut. Namun sialnya, di babak tos-tosan, sepakan striker Manchester United itu justru harus membentur tiang gawang, walaupun tendangannya sudah berhasil mengecoh Gianluigi Donnarumma ke arah yang salah.

Menurut Lampard, teknik eksekusi penalti yang diambil oleh pemain 23 tahun itu sangatlah beresiko jika digunakan di laga penting seperti Final Euro 2020. Dirinya pun menyebut gaya penalti Rashford akan lebih mudah jika dilakukan pada sesi latihan.

Pasalnya dengan tekanan yang hadir dari penonton pada partai krusial seperti final, kepercayaan diri pemain akan menjadi berkurang. Hal ini terbukti dengan kegagalan penalti sang striker.

Kata Lampard

“Saya tidak pernah mengambil penalti dengan teknik seperti itu. Saya selalu menganggap ada gaya penalti lain untuk saya dan banyak eksekutor lain mengambilnya untuk dilakukan dengan sangat baik," kata Lampard kepada BBC.

“Tetapi di tempat latihan, mungkin teknik ancang-ancang jinjit dan menunggu (yang digunakan Rashford) akan lebih mudah dilakukan. Namun dengan tekanan penonton di pertandingan final Euro 2020, itu akan lebih sulit.”

Bela Sterling

Orang-orang menempatkan pesan dukungan di mural Marcus Rashford yang dirusak di Withington, Manchester (12/7/2021). PM Inggris Boris Johnson mengutuk pelecehan rasis kepada tiga pemain Black England yang gagal mengeksekusi penalti melawan Italia di final Euro 2020. (Peter Byrne/PA via AP)
Orang-orang menempatkan pesan dukungan di mural Marcus Rashford yang dirusak di Withington, Manchester (12/7/2021). PM Inggris Boris Johnson mengutuk pelecehan rasis kepada tiga pemain Black England yang gagal mengeksekusi penalti melawan Italia di final Euro 2020. (Peter Byrne/PA via AP)

Selain itu, Lampard nampaknya juga meragukan kemampuan tendangan 12 pas penggawa Inggris lainnya. Soalnya, ketika disinggung kenapa Raheem Sterling tidak dipilih sebagai eksekutor penalti Tim Tiga Singa, Legenda Chelsea itu menyebut dirinya tidak yakin dengan kemampuan penalti bomber Manchester City itu.

Tapi Lampard tidak menerima kritik terhadap Raheem Sterling, yang tidak mengambil satu dari lima penalti. “Saya tidak yakin Raheem benar-benar seorang penendang penalti,” tambah Lampard.

“Dan saya pikir Anda harus memberi pujian sebanyak mungkin untuk mengatakan, 'Saya tidak merasakannya', untuk alasan apa pun.

"Anda tidak dapat menganalisis ini secara berlebihan sekarang, ini adalah momen yang mengerikan," tutupnya.

Kegagalan Inggris di Final Piala Eropa 2020 membuat harapan armada The Three Lions untuk merengkuh trofi Euro perdananya pupus, padahal ini adalah final keduanya di turnamen besar sejak 1966. Dan, hasil memilukan tersebut membuat slogan Football It's coming Home harus kembali tertunda.

Penulis: Akbar Bintang Fahrizal

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel