Lampaui 2016, 70 Juta Lebih Warga AS Telah Gunakan Hak Pilih pada Pilpres 2020

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta- Penghitungan suara dari US Elections Project per 27 Oktober mengungkapkan, 70 juta lebih warga Amerika Serikat telah menggunakan hak pilihnya dalam pemberian suara awal (early voting) pada pemilu presiden 2020.

Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (28/10/2020), angka itu telah melampaui setengah dari total jumlah pemilih dalam pilpres AS pada 2016. Jumlah suara dalam pemberian suara awal pada Pemilu Presiden AS 2016 tercatat sebanyak 47 juta.

Selain itu, angka tersebut menunjukkan kecepatan dalam pemecahan rekor yang dapat menghasilkan jumlah pemilih tertinggi untuk persentase dalam lebih dari satu abad, serta menandai minat yang kuat pada persaingan antara petahana dari Partai Republik, Donald Trump dan Joe Biden penantang dari Partai Demokrat.

Tingginya jumlah pemilih dalam early voting juga menunjukkan keinginan warga AS untuk mengurangi risiko penularan Virus Corona COVID-19, yang saat ini masih melanda negara tersebut.

Partai Demokrat disebut memiliki keuntungan signifikan dalam early voting 2020, karena menyerukan pendukungnya untuk menggunakan surat suara melalui pos.

Secara historis, Partai Republik juga telah mencatat surat suara via pos dengan jumlah besar. Namun Donald Trump, berulang kali menuding tanpa memberikan bukti bahwa sistem pemungutan suara tersebut rentan penipuan dan kecurangan.

Jumlah Pemilih Diprediksi Capai 150 Juta

Para pemilih mengantre memberikan suara dalam pemungutan suara awal secara langsung untuk pilpres AS di Fairfax, Virginia, AS (18/9/2020). Warga dapat memilih untuk memberikan suara secara langsung atau melalui pos sebelum Hari Pemilu yang jatuh pada 3 November mendatang. (Xinhua/Liu Jie)
Para pemilih mengantre memberikan suara dalam pemungutan suara awal secara langsung untuk pilpres AS di Fairfax, Virginia, AS (18/9/2020). Warga dapat memilih untuk memberikan suara secara langsung atau melalui pos sebelum Hari Pemilu yang jatuh pada 3 November mendatang. (Xinhua/Liu Jie)

Demokrat, secara keseluruhan memiliki keunggulan dua dibanding satu dalam jumlah pemilih dari pemungutan suara awal.

Namun, sebuah data menunjukkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir Partai Republik telah memperkecil selisih dalam jumlah pemilih dari pemungutan suara awal.

Angka pemungutan suara awal yang tinggi telah membuat Michael McDonald, profesor Universitas Florida yang mengelola US Elections Project memprediksi rekor jumlah pemilih di AS akan mencapai sekitar 150 juta.

Jumlah itu juga akan mewakili 65% dari mereka yang menggunakan hak pilihnya, dan merupakan tingkat tertinggi sejak 1908.

Saksikan Video Berikut Ini: