Langgar Aturan Imigrasi, 2.423 WNA Dideportasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepanjang 2011, sebanyak 2.423 warga negara asing dideportasi ke negara asal oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Hal itu dilakukan karena mereka melanggar UU no 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian di wilayah Republik Indonesia.

"Secara rinci, pelanggaran keimigrasian sebanya 1.730 orang sedangkan imigran ilegal sebanya 693 orang, " kata Humas Ditjen Imigrasi, Herawan Sukoaji kepada Tribunnews.com, Minggu (1/1/2012).
 

Herawan melanjutkan Ditjen Imigrasi juga mencatat jumlah Immigrant Illegal yang saat ini berada di seluruh Indonesia sebagai Asylum Seeker (pencari suaka) dan Refugee (pengungsi) sebanyak 3.980 orang. Dengan perincian Pencari Suaka sejumlah 3.011 orang dan Pengungsi sejumlah 969 orang.

Selain itu, kata Herawan,pihaknya juga telah melakukan proses penyidikan terhadap dua Warga Negara Indonesia sehubungan dengan kasus pemalsuan Paspor RI dan telah sampai pada tahap diserahkan kepada Kejaksaan untuk proses pengadilan (P21).

Sedangkan dalam hal pelayanan Keimigrasian di bidang Pemberian Izin Tinggal dan Alih Status, Direktorat Jenderal Imigrasi telah memberikan pelayanan sebanyak 7.226 warga negara asing. Tercatat, 1.095 orang mengajukan izin tinggal kunjungan, 3.743 mengajukan Alih Status dari Izin Tinggal Kunjungan (ITK) ke Izin Tinggal Sementara (ITAS). Sementara sebanyak 1.108 orang mengajukan Alih Status dari Izin Tinggal Terbatas (ITAS) ke Izin Tinggal Tetap (ITAP) dan 1.280 orang melakukan Perpanjangan Izin Tinggal Tetap (ITAP),

"Total, kita memberikan pelayanan kepada 7.226 orang,"  jelas Herawan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.