Langgar PPKM Darurat, Puluhan Pelaku Usaha di Kota Medan Disanksi dan Denda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Sanksi tegas diberikan kepada puluhan pelaku usaha di Kota Medan karena kedapatan melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Penerapan PPKM Darurat untuk untuk menekan angka penularan Covid-19.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, sanksi tegas diberikan setelah para pelaku usaha menjalani sidang di tempat yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Medan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di sejumlah lokasi, yaitu di Gedung PKK Kota Medan, Aula Kantor Camat Medan Marelan, dan Halaman Ringroad City Walk.

"Sanksi berupa teguran tertulis dan membayar denda bervariasi. Ada yang sampai Rp 300.000 karena terbukti melanggar PPKM Darurat. Dendanya masuk kas daerah," kata Hadi, Jumat (16/7/2021).

Diungkapkannya, sanksi diberikan Tim Satgas Gakkum Polda Sumut kepada para pelaku usaha yang masuk dalam kategori non esensial, karena sektor ini selama PPKM Darurat tidak diperbolehkan membuka usahanya, dan bekerja dari rumah 100 persen.

Selain itu, bagi pemilik rumah makan dan warung kopi yang masih menerima pembeli untuk makan di tempat atau tidak membawa pulang (take away) juga diberikan sanksi tegas.

Ketentuan sektor non esensial yang bekerja dari rumah berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 20 tahun 2021, serta Surat Edaran (SE) Nomor 443.2/6134 tahun 2021 perihal PPKM Darurat yang ditandatangani Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

"Tujuan PPKM Darurat untuk menekan penyebaran Covid-19 dan membatasi mobilitas masyarakat, agar pandemi ini segera berakhir," Hadi menerangkan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pantau Penerapan PPKM Darurat

Sanksi tegas diberikan setelah para pelaku usaha menjalani sidang di tempat
Sanksi tegas diberikan setelah para pelaku usaha menjalani sidang di tempat

Pada Kamis, 15 Juli 2021, Polsek Medan Timur bersama TNI dan pihak kecamatan melakukan pemantauan penerapan PPKM Darurat. Sebelumnya telah dilakukan sosialisasi, saat PPKM Darurat tidak ada yang membuka toko, terutama non esensial.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan, dalam pemantauan penerapan PPKM Darurat yang dilakukan, pihaknya melakukan penindakan terhadap 3 toko yang masih buka.

"Kita berikan surat untuk dilakukan sidang di Kantor PKK Pemko Medan, di Petisah," kata Arifin.

Toko-toko yang ditindak adalah toko keramik, toko elektronik, dan rumah makan yang mencoba buka diam-diam. Padahal sebelumnya, toko-toko di kawasan Medan Timur sudah diberitahukan ada PPKM Darurat.

"Ke depan, apabila pemilik toko masih buka, maka petugas akan terus melakukan tindakan. Terkait penyegelan diserahkan kepada Pemko Medan," jelas Kapolsek Medan Timur.

Ajak Patuhi PPKM Darurat

Sanksi diberikan Tim Satgas Gakkum Polda Sumut kepada para pelaku usaha yang masuk dalam kategori non esensial
Sanksi diberikan Tim Satgas Gakkum Polda Sumut kepada para pelaku usaha yang masuk dalam kategori non esensial

Kapolsek Medan Timur mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi peraturan PPKM Darurat, dan juga mematuhi SE Wali Kota Medan terkait penerapan PPKM Darurat.

"Ayo, mari sama-sama kita patuhi (PPKM Darurat)," ajaknya Arifin menandaskan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel