Langka, Penyakit Ini Membuat Jari Berubah Warna Jadi Putih atau Biru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Di dunia ini terdapat berbagai macam jenis penyakit yang bisa dialami oleh manusia. Penyakit yang sudah umum terjadi pada seseorang tentu tak akan membuat bingung dan heran. Namun bagaimana dengan penyakit aneh dan langka di dunia.

Bahkan beberapa penyakit langka itu terjadi di luar nalar dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Salah satunya adalah sindrom Raynaud. Penyakit langka tersebut merupakan kelainan pembuluh darah yang biasanya menyerang area jari tangan dan jari kaki.

Adanya hal itu mengakibatkan jari-jari sebagian menjadi putih atau biru untuk sementara waktu. Dilansir oleh Liputan6.com dari Oddity Central, Senin (3/5/2021) penyakit langka itu pertama kali diungkap oleh seorang ahli bernama Auguste Gabriel Maurice Raynaud pada 1862.

Fenomena Raynaud bisa terjadi dalam berbagai faktor. Kondisi langka ini dapat digambarkan sebagai reaksi berlebihan terhadap rangsangan seperti dingin atau stres.

Berlangsung Selama 15 Menit hingga Berjam-jam

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Stres dan kedinginan adalah dua faktor yang dapat memicu pembuluh darah menyempit, sehingga darah tidak mampu mengalir secara sempurna menuju permukaan kulit. Maka permukaan kulit cenderung berubah warna menjadi biru atau putih pucat.

Selain berubah warna, Saynaud juga membuat jari terasa mati rasa. Tak sedikit orang yang mengalami Raynaud akan sedikit mengalami rasa sakit. Sindrom Raynaud sendiri bisa berlangsung sekitar 15 menit hingga beberapa jam.

Ketika aliran darah kembali, kulit cenderung akan berubah menjadi lebih kemerahan dan mengalami kesemutan atau sensasi berdenyut. Kemudian secara perlahan, jari yang terkena sindrom tersebut akan kembali ke warna semula.

Belum Ada Obatnya

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Dokter pun tidak sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan tubuh beberapa orang bereaksi berlebihan terhadap dingin dan stres. Selain itu, belum ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi langka ini. Dipercaya bahwa sekitar 4% orang mengalami fenomena Raynaud, tetapi tingkat keparahan serangannya berbeda-beda.

Dalam beberapa kasus, perubahan antara jari normal dan jari yang sirkulasi darahnya terhambat hampir mengganggu. Sindrom raynaud biasanya tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Namun jika aliran darah yang berkurang sangat banyak maka dapat menyebabkan kerusakan jaringan seperti luka.

Bahkan jaringan mati yang memerlukan pengangkatan bagian tubuh tersebut. Pada penderita tertentu, rangsangan ringan seperti AC atau menyentuh permukaan dingin dapat memicu serangan sindrom raynaud.