Langkah Google Berantas Hoaks Covid-19: Hapus Iklan hingga Gelontorkan Bantuan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah cara dilakukan perusahaan penyedia jasa internet untuk mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks seputar Covid-19 di media sosial.

Satu di antaranya adalah Google. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page, Sergey Brin itu telah mengambil beberapa langkah tegas guna mencegah hoaks Covid-19 yang terlanjur beredar di media sosial.

Satu di antaranya menghapus iklan. Dalam blognya, Google melaporkan ada 3,1 miliar iklan yang dihapus tahun lalu. Dari jumlah itu ada sekitar 99 juta iklan terkait Covid-19.

Topik iklannya pun sangat beragam mulai dari masker hingga vaksin palsu. Hal ini tentu berbahaya karena bisa berdampak besar bagi masyarakat.

"Untuk tahun-tahun mendatang kami akan berinvestasi lebih lagi untuk kebijakan, tim ahli, dan teknologi mengantisipasi ancaman yang ada," ujar kata Scott Spencer, Wakil Presiden Privasi dan Keamanan Iklan Google dilansir Govtech.

"Kami juga tetap teguh pada jalur kami untuk meningkatkan program verifikasi kami di seluruh dunia untuk meningkatkan transparansi dan membuat lebih banyak informasi tentang pengalaman iklan tersedia secara universal."

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Gelontorkan Bantuan Rp 42 Miliar

Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)
Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Selain itu, Google juga memberikan bantuan pada jurnalis dan lembaga pemeriksa fakta di seluruh dunia sebesar 3 juta dolar AS (Rp 42 miliar) untuk melawan hoaks tersebut.

Dilansir Engadget, hibah ini akan diberikan pada kantor berita atau lembaga pemeriksa fakta yang punya rekam jejak bagus untuk melawan hoaks. Selain itu artikel yang dibuat harus memenuhi syarat agar bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Seleksi penerima bantuan ini akan dilakukan 12 orang juri dari Google dan pihak luar termasuk perwakilan WHO. Langkah serupa dilakukan Google April tahun lalu dengan memberikan dana hingga 6,5 juta dolar AS untuk melawan hoaks terkait virus corona covid-19.

"Untuk program kali ini kami ingin menjangkau audiens yang biasanya kurang terlayani atau menjadi sasaran utama misinformasi. Penelitian menyebut mereka yang terpapar hoaks akan mencari pemeriksa fakta dan biasanya tidak pernah tumpang tindih," ujar Alexios Mantzarlis, Pemimpin Divisi Berita dan Informasi Kredibel di Google News Lab.

Google meluncurkan program Google News Initiative sejak tahun 2018. Saat itu Google memberikan bantuan hingga 300 juta dolar AS untuk melawan hoaks dan membantu jurnalis.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: