Langkah Internal yang Dilakukan Sriwijaya Air Usai SJ-182 Jatuh

Dusep Malik
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajemen Sriwijaya Air menegaskan akan melakukan evaluasi internal setelah jatuhnya satu armada maskapai tersebut dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Januari 2021 lalu.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KNKT dan Perhubungan," kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena setelah tabur bunga di KRI Semarang, Kepulauan Seribu, Jumat.

Namun, ia belum memberikan detail langkah evaluasi internal yang dilakukan karena masih menunggu hasil laporan kecelakaan dari otoritas terkait. Dan sebelumnya, Jefferson mengungkapkan Sriwijaya Air SJ-182 dalam kondisi baik saat terbang.

Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menganalisa data rekaman penerbangan SJ-182 untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat yang dipimpin Kapten Pilot Afwan tersebut.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 merupakan pesawat jenis Boeing 737-500 buatan tahun 1994 atau berusia sekitar 27 tahun. Pesawat dengan nomor register PK-CLC itu hilang kontak pada Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB, kemudian diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban maupun puing Sriwijaya Air SJ-182 resmi dihentikan setelah Basarnas sudah melakukan operasi selama tujuh hari dan sudah memperpanjang 2x3 hari, pada Jumat 21 Januari 2021.

Tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban yang dikumpulkan dalam 324 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, tim DVI sudah mengidentifikasi 47 korban. (Ant)