Langkah Khofifah Hadapi Tingkat Hunian Meningkat di RS karena COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pihaknya bergerak cepat seiring rumah sakit yang mulai penuh dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur yang mulai naik.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat dengan mengaktifkan kembali rencana RS Darurat untuk Malang Raya. Apalagi, terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan di Malang Raya, sehingga BOR rumah sakit mencapai 70 persen," tutur dia, Rabu (2/12/2020).

Khofifah Indar Parawansa menuturkan, Bed Occupancy Rate (BOR) merupakan salah satu dari empat parameter yang dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat hunian rawat inap di sebuah rumah sakit.

Selain itu, upaya kuratif seperti pendirian RS Darurat juga akan dioptimalkan khsusunya pada daerah dengan BOR yang tinggi. Melalui kajian ilmiah dan analisa situasi yang riil di Lapangan, Malang raya saat ini membutuhkan perhatian khusus.

"Saat ini kami akan fokus untuk membantu relaksasi rumah sakit di Malang Raya dengan mendirikan RS Darurat Lapangan (RSDL). Format RSDL nantinya akan seperti yang telah ada di Surabaya. RSDL Indrapura terbukti sangat efektif untuk meringankan beban rumah sakit dengan kematian 0 persen. Konsep ini akan kami replikasi ke Malang Raya," ujar Mantan Mensos RI ini.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Khofifah Minta Tingkatkan Protokol Kesehatan dan 3T

Konferensi pers perkembangan kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Gedung Grahadi, Minggu (10/5/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Konferensi pers perkembangan kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Gedung Grahadi, Minggu (10/5/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Meskipun Jatim sudah mempersiapkan RS Darurat untuk mengatasi lonjakan kasus, Khofifah minta warga Jawa Timur agar meningkatkan lagi penerapan protokol kesehatan maupun dalam pelaksanaan 3T, yaitu testing, tracing dan treatment.

Jawa Timur sebelumnya telah menunjukkan hasil yang pesat dalam penanganan COVID-19 ketika protokol kesehatan dapat diterapkan secara ketat dan massif.

"Namun demikian, kali ini kita juga bisa lihat bahwa kasus COVID-19 bisa naik sewaktu-waktu bila kita lengah," imbuh Khofifah.

Untuk diketahui, berdasarkan data Nasional per 2 Desember 2020, Recovery rate atau Tingkat Kesembuhan di Jawa Timur merupakan salah satu yang terbaik di Pulau Jawa. Jawa Timur 88,03 persen, Jawa Tengah 70,61 persen, Jawa Barat 85,21 persen, DKI Jakarta 90,64 persen, Yogyakarta 73,57 persen dan Banten 67,85 persen.

"Oleh karena itu, mari kita ketatkan lagi penerapan protokol kesehatan di Jawa Timur. Saya optimis bersama warga Jawa Timur, kita semua bisa melewati pandemi COVID-19 dengan hasil yang terbaik," pungkas Khofifah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini