Langkah Pemprov Sulbar Percepat Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Mamuju - Berbagai cara dilakukan Pemprov Sulawesi Barat untuk meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 yang saat ini tergolong sangat rendah. Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Sulawesi Barat berada di angka 279.697 dosis pertama dan 140.854 dosis kedua dari target 1.089.240 orang.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris mengatakan, saat ini pihaknya sudah gencar melaksanakan program vaksinasi massal yang diberina nama 'Gerakan Sulbar Cepat Vaksin'. Program itu sebagai salah satu langkah agar Sulawesi Barat dapat segera mencapai herd immunity Covid-19.

"Kemarin Pak Gubernur sudah mulai gerakan Sulbar cepat vaksin dan kemarin itu sudah hampir 2.000 orang progresnya, tapi itu masih kecil sekali," kata Idris kepada wartawan di Mamuju, Selasa (28/09/2021).

Tak hanya melalui Gerakan Sulbar Cepat Vaksin, Idris juga memberikan arahan kepada tiap pemerintah kabupaten di Sulawesi Barat agar tak membayakan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi desa yang warganya belum divaksin. Menurutnya, pemerintah di tingkatan terbawah harus aktif dan berinisiatif melakukan vaksinasi.

"Itu harus kita lakukan, itukan penting itu. Jangan diam dan mengatakan nanti pemerintah datang baru vaksin, kepala desanya harus didorong mengambil inisiatif untuk melakukan vaksinasi warganya," tegas Idris.

Karena itu, Idris juga mengimbau agar masyarakat harus memiliki inisiatif sendiri untuk melakukan vaksinasi demi meningkatkan penyaluran vaksin Covid-19 di Sulawesi Barat. Apa lagi angka target vaksinasi di Sulawesi Barat tergolong kecil dibandingkan dengan daerah lain.

"Vaksinasi di Sulbar bukan melambat tapi paling rendah ini, saya juga malu, makanya harus bisa di dorong. Kita harus jaga jati diri kita, daerah yang target vaksin cuma 1 juta kok tidak selesai, sedangkan daerah lain 48 juta sudah hampir rampung, " tutup Idris.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel