Langkah Sandiaga Uno Siapkan Pembukaan Kembali Pariwisata Bali untuk Turis Asing

·Bacaan 2 menit
sandiaga uno di bali

Liputan6.com, Denpasar - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam suasana berkantor di Bali menggelar rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri membahas tentang perluasan travel corridor arrangement untuk sektor pariwisata Bali yang memungkinkan kunjungan kembali wisatawan mancanegara (wisman).

Kehadiran kembali wisatawan diharapkan sejalan dengan pemulihan ekonomi terutama bagi daerah yang bergantung pada sektor Parekraf seperti Provinsi Bali.

"Ini adalah bentuk komitmen kami dari Kemenparekraf untuk menindaklanjuti guidance yang disampaikan oleh Presiden kemarin, yaitu bagaimana pariwisata Bali bisa menyiapkan pembukaan bagi wisatawan mancanegara pada pertengahan Juni atau Juli tahun ini dengan berbagai persyaratan," kata Menparekraf Sandiaga Uno di Poltekpar Bali, Nusa Dua, Rabu (17/3/2021).

Hadir dalam rakor tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Dirjen Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting, seluruh pejabat Eselon I di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf, serta enam perwakilan dari sejumlah kementerian/lembaga seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Satgas Covid-19.

Uji Coba Kawasan Hijau untuk Dibuka Pariwisata Bali

Menparekraf mengatakan, persyaratan tersebut adalah angka Covid-19 yang terus ditekan, peningkatan kepatuhan protokol kesehatan, peningkatan dan penguatan dari testing, tracing and treatment serta vaksinasi di Bali yang ditargetkan mencapai angka 2 juta atau lebih di bulan Juli.

"Kami membahas dengan Bu Menlu dan perwakilan kementerian/lembaga, semua sudah memberikan masukan dan kita sudah mencapai kesepakatan bahwa kita memulai proses finalisasi persiapan kita dalam konsep travel corridor arrangement. Ini akan kita monitor dan evaluasi setiap dua minggu dan akan kami lakukan langkah koordinasi untuk dilaporkan kepada Presiden untuk segera dirataskan (rapat terbatas) dan diambil keputusannya," ujar dia.

Menurutnya, dari hasil evaluasi itu dilanjutkan dengan tahapan uji coba di tiga kawasan zona hijau di Bali.

"Uji coba kita akan lakukan secepatnya. Tentunya sesuai arahan Presiden di bulan Juni-Juli, kita punya waktu sekitar tiga bulan untuk persiapan, tentu harus ada simulasi dan mungkin ada trial atau pilot project. Mungkin akan ada charter flight dan kita pantau betul (pelaksanaanya di lapangan)," tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

"Semakin banyak uji coba yang kita lakukan, semakin siap kita. Dan setelah kita lakukan monitoring dan evaluasi, kalau proof of concept-nya itu bisa kita dapatkan, kita bisa perluas nanti baik wilayah originasi daripada wisatawan maupun destinasi wisatanya juga. Jadi nanti mungkin bisa diperluas (tidak hanya di 3 kawasan zona hijau) juga ke destinasi lainnya seperti Kuta atau Seminyak atau Canggu atau Nusa Penida. Ini nanti akan kita evaluasi secara ketat," dia menambahkan.

Ia menyebut penentuannya akan dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri. Di antaranya negara yang tingkat vaksinasinya tinggi, negara dengan penerapan protokol kesehatan ketat yang diikuti testing, tracing and treatment yang tinggi, juga negara dengan asas resiprokal dan faktor-faktor lainnya.

"Tadi yang sudah disebut ada beberapa negara seperti Belanda, Tiongkok, Uni Emirat Arab atau negara Timur Tengah lainnya, dan Singapura. Tapi finalisasinya tergantung dari travel corridor arrangement dari masing-masing negara," ucapnya.

Simak video pilihan berikut ini: