Langkah Strategis Jatim Ciptakan Wirausahawan Muda Pertanian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Provinsi Jawa Timur (Jatim) tancap gas, untuk terus berupaya meningkakan kemampuan keilmuan dan keterampilan praktis mahasiswa, yang saat ini tengah belajar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Project Manager Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Jatim Acep Hariri mengatakan, mereka berpacu mendidik ribuan petani milenial, di empat kabupaten di Jatim, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Tulungaggung, Pacitan.

Menurutnya program Youth Intrepreneurship And Employment Support Service (YESS) merupakan kerja sama Kementan, dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Yang mana, berguna untuk memfasilitasi generasi milenial kembali berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian. Sekitar 55,3 juta dollar AS digelontorkan IFAD, untuk program ini selama enam tahun program berjalan, yakni dari tahun 2019 hingga tahun 2025 mendatang.

“Saat ini PPIU Jatim melalui Program YESS telah berhasil memberikan pelatihan kepada 3.800 petani milenial calon penerima manfaat (CPM) di Kabupaten Pacitan Jatim,” ucapnya.

“Yang mana ke depannya, dipersiapkan menjadi petani pembaharu di bidang pertanian,” ujarnya.

Selain program YESS, Polbangtan Malang aktif membentuk kelompok-kelompok mahasiswa penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Kelompok PWMP ini dilakukan, melalui pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa).

Polanya, mereka harus terbiasa hidup dengan ternak yang dipelihara agar dapat mempelajari, memonitor dan meriset teknologi baru bagi ternak yang mereka pelihara sendiri.

“Bahkan ada yang sampai tidur di kandang,” kata Setya Budhi Udrayana Direktur Polbangtan Malang Jatim.

Program YESS

Pelatihan Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) oleh Kementerian Pertanian (Kementan), untuk mewujudkan petani milenial yang modern (Dok. Humas Polbangtan Malang / Liputan6.com)
Pelatihan Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) oleh Kementerian Pertanian (Kementan), untuk mewujudkan petani milenial yang modern (Dok. Humas Polbangtan Malang / Liputan6.com)

Setya Budhi menuturkan, program YESS yang dikhususkan untuk petani milenial dan PWMP untuk mahasiswa Polbangtan Malang, merupakan buah inovasi atas kebutuhan lapangan.

Yang mana menargetkan percepatan kemampuan adaptasi atas teknologi terbaru, di bidang budidaya sekaligus kemampuan manajemerial terapan.

Akhir bulan lalu, lanjut Setya, seluruh jajaran staf di Polbangtan Malang baru saja mengadakan pelatihan yang menghadirkan tiga master trainer.

Yang berguna untuk peningkatan efektifitas dan kapasitas staff Business Develompment Service Provider (BDSP) Program YESS.

Qualified Job Creator

Pelatihan Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) oleh Kementerian Pertanian (Kementan), untuk mewujudkan petani milenial yang modern (Dok. Humas Polbangtan Malang / Liputan6.com)
Pelatihan Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) oleh Kementerian Pertanian (Kementan), untuk mewujudkan petani milenial yang modern (Dok. Humas Polbangtan Malang / Liputan6.com)

Selain para staf, juga hadir 56 peserta dari perwakilan BDSP di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Tulungagung dan Pacitan Jatim.

Sementara itu, Kepala Badan PPPSDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi mengungkapkan politeknik di bawah koordinasi Kementan tersebut, harus mampu menciptakan qualified job creator dan qualified job seeker.

“Ini harus dilakukan, melalui pengembangan metode pembelajaran, baik di kampus maupun kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” ujarnya.

Terlebih, Polbangtan Malang berhasil berhasil meraih runner up Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Intechnoculture di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Jawa Barat (Jabar), pada bulan September 2021 lalu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel