Langkawi Malaysia Bakal Terima Kunjungan Wisatawan yang Sudah Divaksin COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wisatawan yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 dapat berkunjung ke Langkawi, Malaysia, untuk liburan. Rencananya, pulau itu akan membuka perbatasan bagi turis domestik dan internasional pada September, kata Menteri Besar Kedah (MB) Muhammad Sanusi Md Nor, melansir Says, Sabtu (7/3/2021).

"(Wisatawan) yang belum divaksinasi atau baru mendapat satu dosis (vaksin COVID-19) tidak diperbolehkan berlibur ke Langkawi," kata Sanusi, lapor Berita Harian. Ia yakin, pembukaan Langkawi dalam dua bulan ke depan akan mengembalikan geliat sektor pariwisata di pulau itu.

"Hotel-hotel di Langkawi saat ini kondisinya sangat buruk. Kami memahami itu dan sangat bersimpati. Kami ingin mempercepat proses vaksinasi, karena saya sendiri ingin berkunjung ke Langkawi," ujarnya.

Perbatasan Langkawi, kata Sanusi, boleh dibuka dengan syarat saat atau sebelum bulan September, 80 persen populasi pulau telah divaksin COVID-19.

"Untuk mencapai hal ini, pemerintah negara bagian bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya (MOTAC) dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) untuk memastikan bahwa 61 ribu penduduk pulau itu menerima setidaknya satu dosis vaksin," katanya.

Menurut Sanusi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi Bencana (PKOB) kabupaten pulau itu untuk menyiapkan pusat vaksinasi dan mempercepat proses vaksinasi COVID-19 di sana.

MB Kedah juga mengatakan, pemulihan pariwisata Langkawi memerlukan perhatian khusus. Pasal, pesaingnya, Krabi, Thailand, diperkirakan akan segera dibuka, sementara Phuket sudah mulai membuka perbatasan mereka pada Kamis lalu, 1 Juli 2021.

Kerja Sama dengan Qatar Airways

Sunset menjadi panorama indah yang dinantikan setiap orang. Apalagi disandingkan dengan kuliner luar biasa di Pulau Langkawi. (Liputan6.com/Akbar Muhibar)
Sunset menjadi panorama indah yang dinantikan setiap orang. Apalagi disandingkan dengan kuliner luar biasa di Pulau Langkawi. (Liputan6.com/Akbar Muhibar)

Mendukung upaya tersebut, Sanusi mengatakan, Qatar Airways telah menyatakan kesediaan membangun travel bubble dengan Langkawi. Pihaknya bakal menjadwalkan tujuh penerbangan per minggu ke pulau resor dari 121 tujuan internasional.

"Mereka (Qatar Airways) bertemu dengan Langkawi Development Authority (Lada) untuk mengumumkan komitmen mereka dan kami berharap travel bubble ini bisa diterapkan setelah program vaksinasi di Langkawi selesai," katanya.

Melansir The Star, pada Juli, Malaysia akan menerima 12 juta dosis vaksin COVID-19, kata Menteri Koordinator Program Imunisasi Nasional COVID-19 Malaysia, Khairy Jamaluddin. "Tingkat vaksinasi harian rata-rata kami di bulan Juni hampir 170 ribu, melampaui target 150 ribu," tuturnya.

"Kami memvaksinasi orang pada tingkat yang lebih tinggi setiap hari per kapita daripada rata-rata dunia. Kami sekarang secara konsisten memvaksinasi 250 ribu sehari dan akan menargetkan rata-rata bulanan 300 ribu sehari pada Juli," ujar Jamaluddin.

Pembukaan Phuket

Foto dari udara menunjukkan patung Buddha Raksasa di Phuket, Thailand, 14 September 2020. Phuket, pulau terbesar di Thailand, terletak di pantai barat negara tersebut di Laut Andaman. (Xinhua/Zhang Keren)
Foto dari udara menunjukkan patung Buddha Raksasa di Phuket, Thailand, 14 September 2020. Phuket, pulau terbesar di Thailand, terletak di pantai barat negara tersebut di Laut Andaman. (Xinhua/Zhang Keren)

Sementara Langkawi masih merencanakan pembukaan perbatasannya, sebagaimana Bali, Phuket sudah lebih dulu mempersilakan turis mancanegara yang telah divaksin COVID-19 untuk berkunjung. Melansir SCMP, ada lebih dari 200 turis yang mendarat pada hari pertama perbatasan Phuket dibuka pada Kamis, 1 Juli 2021.

"Semuanya diuji (COVID-19) di bandara," kata Gubernur Phuket, Narong, mengutip Phuket News. "Hasil tes untuk semua kedatangan Kamis lalu negatif."

Sementara itu, opsi karantina 14 hari untuk semua kedatangan melalui darat ke Phuket tidak lagi tersedia, Gubernur Narong telah mengkonfirmasi. "Kami baru-baru ini menemukan bahwa sebagian besar kasus baru adalah orang-orang yang memasuki pulau melalui (jalur) darat dan tinggal di tempat karantina lokal yang ditentukan," katanya.

Sebagai gantinya, pelancong melalui jalur darat harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif COVID yang diambil dalam waktu 72 jam sebelum kedatangan. Jika tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut, mereka tidak akan diizinkan masuk.

"Selain itu, semua pendatang harus menginstal aplikasi tracing Mor Chana. Siapa pun yang tidak mengikuti ketentuan ini tidak akan diizinkan masuk ke pulau (Phuket)," tambah Gubernur.

Infografis Ayo Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman

Infografis Ayo Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Ayo Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel