Lansia Antusias Manfaatkan Bus Vaksin Keliling di Solo

·Bacaan 4 menit

VIVA – Dinas Kesehatan Solo mengerahkan bus vaksin keliling, untuk jemput bola kepada para lansia dan pralansia yang ingin mengikuti vaksinasi COVID-19. Bus layanan IVA test yang kini disulap menjadi bus vaksin keliling itu akan melayani kegiatan vaksinasi, di sejumlah titik di Kota Solo.

Pantauan VIVA, para lansia dan pralansia yang menjadi sasaran kegiatan vaksinasi massal itu duduk mengantre dengan tertib, di sekitar bus vaksin keliling yang parkir di kawasan Ngarsopuro, Solo, Selasa, 15 Juni 2021. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 tahap pertama ini cukup tinggi.

Tidak lebih dari satu jam, jumlah kuota antrean yang disiapkan untuk 100 peserta vaksin pun telah habis. Bahkan, pihak Dinas Kesehatan Solo berinisiatif untuk menambah jumlah peserta vaksinasi sebanyak 50 orang, namun kuota itu juga langsung habis.

Saking banyaknya peserta yang mengikuti vaksinasi COVID-19, para petugas dari Puskesmas yang dibantu petugas Satpol PP terus mengingatkan kepada para peserta, untuk saling menjaga jarak antara satu dengan lainnya. Mereka pun tampak tertib dan mengikuti arahan tersebut hingga kerumunan tidak terjadi.

Sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di bus vaksin keliling itu, para peserta diminta untuk mengumpulkan e-KTP kepada petugas. Setelah itu mereka diminta untuk duduk menanti panggilan di tempat tunggu yang telah disediakan. Kemudian, ketika namanya dipanggil selanjutnya langsung mengisi data dibantu petugas medis dan melakukan pengecekan suhu badan dan tekanan darah.

Jika dinyatakan memenuhi syarat, mereka langsung diminta masuk ke dalam bus vaksin keliling untuk divaksin oleh petugas medis. Usai divaksin, para peserta akan diminta untuk menunggu sembari dilakukan observasi. Setelah itu mereka pun dipanggil kembali ke meja petugas medis, untuk diberikan surat undangan mengikuti vaksinasi tahap kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, bus vaksin keliling merupakan inovasi dari dinas kesehatan untuk melakukan jemput bola kepada warga, khususnya lansia dan pralansia yang ingin mengikuti vaksinasi COVID-19.

Keberadaan bus vaksin keliling itu menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang umurnya di atas 50 tahun, untuk mengikuti vaksinasi selain di sejumlah faskes yang telah ditunjuk.

“Mendekatkan kepada masyarakat meskipun faskes di Solo sebetulnya dekat-dekat sih. Ada 17 Pusekesmas, kemudian kliniknya ada 3 dan rumah sakitnya ada 19,” kata dia saat ditemui di lokasi bus vaksin keliling, Selasa, 15 Juni 2021.

Bus vaksin keliling itu, lanjut Wahyuningsih, dilakukan untuk menjemput bola bagi peserta di sejumlah titik yang dianggap nilai capaiannya termasuk rendah. Dengan adanya beberapa daerah yang nilai capaiannya rendah, selanjutnya oleh pihak Dinas Skesehatan Solo disiapkan fasilitas mobil vaksin keliling dengan mendatangi di titik-titik daerah tersebut.

“Saya analisa kok ada titik-titik yang capaian (vaksinasi) rendah. Lha beberapa daerah yang capaiannya rendah memang saya jadwal untuk (didatangi) mobil vaksinasi. Mobil atau bus ini sebetulnya untuk IVA test, bukan mobil untuk vaksinasi,” ujarnya.

Dengan keberadaan bus vaksin keliling ini bisa mendekati masyarakat sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh datang ke rumah sakit maupun puskesmas untuk mengikuti vaksinasi. Hanya saja, berdasarkan pengakuan dari peserta vaksinasi yang hadir malah mereka datang dari sejumlah titik di Kota Solo yang jauh dari kawasan Ngarsopuro.

“Alhamdulillah antusiasmenya sangat luar biasa. Tapi setiap kegiatan vaksinasi keliling ini memang kita batasi setiap harinya 100 vaksin namun dengan antusiasmenya yang tinggi seperti ini kita memangnya agak extend 10 persen lah. Kalau masih banyak kita sarankan untuk datang ke faskes seperti RS PKU yang dekat dengan sini,” ujarnya.

Bus vaksin keliling itu tidak hanya diselenggarakan di kawasan Ngarsopuro. Namun hingga akhir bulan nanti, sejumlah jadwal sudah tercatat dengan rapi untuk menggelar vaksinasi di sejumlah daerah di Kota Solo.

“Kita gerak terus, besok kita ke Srambatan, terus hari berikutnya Mojosongo. Pokoknya sampai tanggal 30 sudah ada jadwal. Setelah tanggal itu kita akan perpanjang lagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta vaksinasi Nani Utari mengaku sangat senang lantaran apa yang ditunggu-tunggu selama ini akhirnya bisa terlaksana untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Padahal selama ini dia berharap segera mendapatkan vaksin karena merasa takut dan khawatir dengan masih merebaknya pandemi COVID-19

“Ya, senang karena sekarang ini kan masih ada ancaman COVID dan sekarang juga meningkat terus,” katanya.

Ia mengetahui adanya kegiatan vaksinasi keliling berdasarkan informasi yang disampaikan oleh temannya. Setelah mengetahui informasi itu, ia pun meminta kepada putrinya untuk mengantarnya agar bisa segera mengikuti vaksinasi COVID-19 di Ngarsopuro.

“Saya kemarin di-WA oleh teman soal vaksinasi keliling ini. Terus kebetulan anak saya ada waktu terus diantar ke sini,” ujarnya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel