Lansia dengan Kriteria Berikut Tak Boleh Divaksin COVID-19

Ezra Sihite, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penerima vaksinasi tahap II vaksin COVID-19 kategori lansia di Kota Bandung dipastikan akan berlangsung ketat. Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung melarang lansia untuk divaksin jika memiliki penyakit-penyakit tertentu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani menjelaskan, vaksinasi tahap II untuk lansia dijadwalkan pada minggu kedua Juni 2021. Rosye menegaskan, tidak semua lansia bisa menerima vaksin karena ada beberapa kriteria khusus yang harus dipenuhi.

"Khusus pada lansia perlu ditambahkan anamnesa yaitu bila mengalami tanda-tanda frail, renta atau rapuh," ujar Rosye di Bandung, Jawa Barat pada Kamis 25 Februari 2021.

Lansia yang tidak boleh divaksin di antaranya yang mengalami kesulitan naik 10 anak tangga, sering mengalami kelelahan dan memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit.

Kemudian penyakit tersebut yaitu hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal.

Tidak hanya itu, lansia yang juga tak masuk kategori penerima vaksin yang mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter. Terakhir yaitu mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir.

"Sehingga vaksin tidak dapat dilakukan pada lansia jika mengalami lebih dari tiga di antara 5 tanda frail tersebut," kata dia.

Tidak hanya itu, Rosye menekankan pada lansia yang memiliki rutinitas pengobatan agar mendapat rekomendasi dokter.

"Yang perlu diperhatikan, yang memiliki penyakit yang tidak terkontrol. Jadi jika ada lansia yang rutin berobat, harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter," katanya.

Pemerintah Kota Bandung menyediakan beberapa fasilitas kesehatan seperti RSKIA, rumah sakit umum dan 30 puskesmas.

"Untuk lansia tidak bisa dilaksanakan di mana saja, mengingat kondisi lansia. Sehingga vaksinasi dilakukan diupayakan di faskes yang mumpuni. Jadi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera tertangani. Vaksin yang kita pakai jenis Sinovac yang uji klinis dilaksanakan di Kota Bandung. Sudah terbukti vaksin ini aman dan cukup efektif," kata dia.