Lansia Hingga Ojol, Jadi Prioritas Vaksin COVID-19 Tahap 2

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Genap satu bulan pemerintah melakukan program vaksin COVID-19 pada kelompok prioritas tahap pertama, tenaga kesehatan. Vaksin COVID-19 tahap kedua selanjutnya menyasar pada masyarakat tertentu namun lebih luas, mulai dari kelompok lanjut usia (lansia) hingga ojek online (ojol).

Kelompok prioritas kedua yakni lansia dan petugas pelayanan publik. Adapun sasaran penerima vaksin COVID-19 tahap ini sekitar 33 juta orang, dengan rincian 16,9 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia.

"Penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan roadmap dari WHO dan dari SAGE serta ITAGI jadi pemerintah tidak asal memilih kenapa harus lansia dan pekerja publik," ujar Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM MARS, dalam konferensi pers, Senin 15 Februari 2021.

Dituturkannya juga, ada pun kelompok prioritas penerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini akan menyasar pada masyarakat dengan mobilitas dan interaksi tinggi.

Lansia salah satunya. Selanjutnya, kelompok rentan lain seperti pedagang pasar, pendidik, tokoh agama dan penyuluh agama, petugas keamanan, wakil rakyat dan pejabat pemerintah, petugas pariwisata hingga restoran.

Kemudian, pelayan publik, termasuk petugas Damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, dan Kepala Perangkat Desa. Lalu, atlet, wartawan dan pekerja media, serta pekerja transportasi publik.

"Pemerintah juga memprioritaskan petugas transportasi publik yang terdiri dari petugas tiket, masinis KA, petugas bandara, pilot, pramugari, petugas pelabuhan, petugas Transjakarta dan MRT, sopir bus, kernet, sopir taksi dan ojek online," ujar Maxi.

Untuk pelaksanaan pada lansia, sedikit berbeda dengan kelompok lainnya. Di mana, rentang pemberian vaksin COVID-19 sekitar 28 hari. Ini berbeda dengan usia produktif yakni jeda vaksinasi hanya 14 hari atau dua pekan.

"Rentang waktu dosis kedua 28 hari hanya berlaku untuk usia atas 60 tahun. Sementara usia 18-59, tetap 14 hari. Tujuan kita semakin cepat, makin baik agar pandemi bisa dikendalikan," jelas juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Senin, 15 Februari 2021.