Lansia yang Divaksin Baru 11 Persen, Masih Jauh dari Target

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hingga Senin (26/4/2021) pencapaian vaksinasi COVID-19 kepada kelompok lansia masih jauh dari target. Dari 21,5 juta lansia yang ditargetkan ikut program vaksinasi, baru 11,22 persen atau sekitar 2,4 juta orang yang menerima vaksin dosis pertama.

Sementara itu, lansia yang sudah menerima vaksinasi dosis kedua baru sekitar 1,3 juta orang atau 6,18 persen. Padahal, lansia merupakan salah satu kelompok rentan terpapar COVID-19 sehingga diprioritaskan untuk mendapatkan suntikan vaksin terlebih dahulu.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers virtual pada Senin (26/4/2021) siang mengungkapkan bahwa masih banyak lansia yang belum menerima haknya untuk divaksin.

“Bagi lansia yang masih ragu karena menderita penyakit komorbid, silakan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan memberikan tips khusus bagaimana tetap mengendalikan penyakit penyertanya sehingga dapat lolos screening pemeriksaan kesehatan sebelum divaksinasi,” kata Reisa.

Ia menambahkan, bagi lansia yang tidak nyaman pergi sendiri ke pos vaksinasi dapat meminta kesediaan anak dan sanak saudara untuk mengantar dan menemani. Selain sebagai bentuk bakti kepada orangtua, anak muda yang mengantar paling tidak dua lansia juga dapat divaksin di sentra vaksinasi yang disediakan pemerintah.

“Bantu daftarkan, antar, dan temani para orangtua kita,” ungkap Reisa.

Jakarta Paling Banyak Memvaksin Lansia

Petugas menyuntik vaksin Covid-19 kepada lansia saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19, Jakarta, Senin (15/3/2021). Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target satu juta vaksin per bulan. (Liputan6.com/Faizal Fanan
Petugas menyuntik vaksin Covid-19 kepada lansia saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19, Jakarta, Senin (15/3/2021). Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target satu juta vaksin per bulan. (Liputan6.com/Faizal Fanan

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Provinsi Bali paling banyak memberikan dosis pertama program vaksinasi COVID-19 tahap 1 dan 2 dengan persentase 97,3 persen, disusul DKI Jakarta 59,8 persen. Namun, DKI Jakarta justru paling banyak memberikan dosis pertama kepada lansia, dengan pencapaian 62,1 persen dari target sekitar 911 ribu lansia. Sementara Bali baru 30,6 persen dari target sekitar 340 ribu lansia.

Di sisi lain, DKI Jakarta jadi provinsi yang paling banyak memberikan suntikan dosis kedua dengan persentase 35,3 persen disusul Bali 30,3 persen. DKI Jakarta telah memvaksin 45,5 persen dari total target 911 ribu lansia. Sementara Bali tercatat sudah memvaksinasi dosis kedua kepada 10,4 persen dari total target 340 ribu lansia.

Reisa menambahkan bahwa vaksinasi dalam bulan Ramadan tidak membatalkan puasa. Menteri Kesehatan pun sudah mengingatkan semua pengelola program vaksinasi COVID-19 di Indonesia bahwa vaksinasi bagi lansia tetap terus berjalan.

Vaksin COVID-19 akan mengurangi risiko fatal dari COVID-19 dan akhirnya akan menurunkan angka kasus yang harus dirawat di rumah sakit, angka kesembuhan akan tinggi, dan kasus akif akan rendah,” ujar Reisa.

Penulis: Abel Pramudya Nugrahadi

Infografis Orang Tak Divaksin 3 Kali Lebih Berisiko Terpapar Covid-19

Infografis Orang Tak Divaksin 3 Kali Lebih Berisiko Terpapar Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Orang Tak Divaksin 3 Kali Lebih Berisiko Terpapar Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Berikut