Lantai Masjid Nabawi Panas, Jemaah Haji Diminta Selalu Pakai Sandal

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah M Imran Saleh mengingatkan, jemaah calon haji Indonesia agar tetap mengenakan alas kaki selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Agar, kaki tidak melepuh karena cuaca panas.

"Butuh perawatan 21 hari untuk kaki melepuh, selama itu tentu akan sulit untuk beribadah," kata Imran di Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah, dikutip dari Antara, Sabtu (12/5).

Lamanya waktu pemulihan tersebut, katanya, karena area yang melepuh cukup luas. Sehingga akan mengganggu kegiatan jemaah termasuk untuk ibadah.

Karena itu, paparnya, jemaah perlu terus diedukasi dan diingatkan agar memakai alas kaki ketika masuk Masjidil Haram. Sandal harus disimpan sendiri jangan dititipkan ke orang lain.

Kasus kaki melepuh paling sering terjadi saat di Madinah setelah jemaah dari Masjid Nabawi karena lantai di luar Masjid Nabawi sangat panas. Sementara di Masjidil Haram tidak panas dibandingkan Masjid Nabawi, namun jamaah tetap harus memakai alas kaki.

Penanganan Kulit Melepuh

Imran menjelaskan, penanganan pertama ketika kaki melepuh dengan mengguyur air ke kaki dan penanganan lanjut kulit mati di telapak kaki harus dikupas dan dibersihkan.

Dia mengingatkan agar jemaah banyak minum air untuk mencegah dehidrasi karena cuaca panas di Saudi. Selain itu, katanya, tetap menggunakan masker karena debu dan tentunya masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Kalau perlu pakai payung yang warna terang agar tidak menyerap panas untuk melindungi dari sengatan matahari," katanya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel