Lantai NYSE dibuka lagi, saat kematian COVID-19 di AS hampir 100.000

Risbiani Fardaniah

Gedung New York Stock Exchange (NYSE) mulai membuka kembali sebagian lantai perdagangan ikoniknya pada Selasa (26/5/2020), setelah penutupan selama dua bulan karena pandemi COVID-19.

Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo membunyikan bel pembukaan bersama Presiden NYSE Stacey Cunningham.

"Kami mulai dengan hati-hati, dengan langkah-langkah keamanan baru untuk membatasi tekanan pada sistem perawatan kesehatan dan risiko bagi mereka yang bekerja di bawah atap kami," kata Cunningham.

Langkah-langkah keamanan seperti memakai masker dan jarak fisik diperlukan di Bursa. Orang yang memasuki gedung harus diukur suhunya dan mengisi kuesioner tentang kondisi kesehatan mereka.

NYSE menutup lantai perdagangannya dan beralih ke perdagangan elektronik sepenuhnya pada 23 Maret karena Virus Corona.

Baca juga: Wall Street melambung, Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 500 poin

Pembukaan kembali sebagian diatur untuk membawa kembali hanya sekitar 80 pialang lantai bursa atau sekitar 25 persen dari populasi lantai perdagangan.

"Saya menantikan hari di mana aman untuk menyambut kembali seluruh komunitas lantai," kata Cunningham.

Pembukaan kembali lantai perdagangan terjadi pada saat infeksi COVID-19 di New York cenderung terus menurun. Cuomo, yang mengadakan briefing harian pada Selasa (26/5/2020) di dalam bursa, mengatakan kematian COVID-19 harian negara bagian itu turun menjadi 73, level terendah sejak perintah "penghentian sementara" diberlakukan.

Wilayah Mid-Hudson di negara bagian itu memasuki fase pertama pembukaan kembali pada Selasa (26/5/2020) dengan Long Island mengikuti pada Rabu, kata Cuomo.

Saat memantau proses pembukaan kembali, sudah waktunya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur negara bagian yang seharusnya sudah selesai sebelumnya, kata gubernur.

Baca juga: Dolar AS tergelincir, permintaan mata uang aman tertekan

Proyek-proyek di New York City seperti pembangunan kembali Stasiun Penn dan renovasi Bandara LaGuardia dapat dilakukan selama penutupan, karena hanya sedikit orang yang menggunakannya dan proyek-proyek menciptakan lapangan kerja, katanya.

Cuomo mengatakan dia akan berada di Washington DC pada Rabu untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump dan membahas kemungkinan keterlibatan federal dalam proses ini.

"Anda memiliki infrastruktur yang hancur. Anda perlu memulai ekonomi. Anda perlu menciptakan lapangan kerja. Lakukan sekarang," katanya.

Namun keseluruhan gambaran negara itu tampak suram dengan total kematian mendekati 100.000 dan pembukaan kembali semua 50 negara bagian dapat menyebabkan gelombang kedua infeksi, terutama ketika flu musiman datang pada musim gugur, seperti yang diperingatkan oleh para pakar kesehatan.

Baca juga: Harga emas jatuh lebih dari 1 persen ketika "lockdown" dilonggarkan

Selama akhir pekan Memorial Day terakhir, orang Amerika berbondong-bondong ke pantai dan banyak dari mereka tidak mengikuti pedoman jarak sosial atau memakai masker.

Media lokal di berbagai negara termasuk Florida, California, dan Missouri menunjukkan cuplikan orang-orang yang memenuhi pantai dan bar tepi danau. Polisi harus membubarkan beberapa pertemuan yang dianggap tidak aman dalam kondisi saat ini.

Deborah Birx, koordinator gugus tugas Virus Corona Gedung Putih, mengatakan dia "sangat prihatin" dengan skenario seperti itu.

"Kami benar-benar ingin menjadi jelas setiap saat bahwa jarak sosial sangat penting. Dan jika Anda tidak menjaga jarak sosial dan Anda berada di luar, Anda harus mengenakan masker," katanya dalam sebuah wawancara di televisi ABC, Minggu (24/5/2020).

Pada Selasa sore (26/5/2020) Amerika Serikat telah melaporkan lebih dari 1,67 juta kasus COVID-19 dan lebih dari 98.700 kematian, masih merupakan yang paling parah di dunia, menurut penghitungan yang dihimpun oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Harga minyak naik, dipicu pemangkasan pasokan dan pelonggaran lockdown