Lantunan Merdu Once Mekel, 'Lahirkan' Kembali Sabda Alam

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Mendengar karya-karya legendaris dari para musisi Tanah Air selalu menyenangkan sekaligus menenangkan. Salah satu masterpiece yang meninggalkan kesan mendalam adalah lagu berjudul Sabda Alam.

Lagu ini pertama kali dipopulerkan pertama kali pada 1978 oleh almarhum Chrisye. Empat dasawarsa berselang, lagu ini kembali dilantunkan dalam versi baru oleh penyanyi bersuara khas, Once Mekel.

Lirik lagu Sabda Alam diciptakan Junaedi Salat, yang baru saja meninggalkan kita pada tanggal 18 Januari 2021 kemarin. Almarhum Yockie Suprayogo juga berperan sebagai arranger untuk lagu yang indah nan syahdu ini.

Sebuah Pengingat

Once Mekel rilis rendisi untuk lagu Sabda Alam.
Once Mekel rilis rendisi untuk lagu Sabda Alam.

Once menyanyikan ulang lagu ini dengan vokalnya yang khas, membawa keteduhan dan nostalgia tersendiri. Suara petikan gitar mengayun lembut menjadikan alunan musik makin merasuk. Keindahan alam pun tergambar luas ketika mendengarkannya.

“Dari lagu ‘Sabda Alam’ ini, kita kembali diingatkan oleh alam raya kalau kita adalah sebenarnya makhluk yang kecil. Bukan berarti kita dianggap kecil di mata Tuhan, tetapi kita tetap harus menghargai dan menjaga selalu alam semesta dari Yang Maha Pencipta ini” pesan Once Mekel.

Sabda Alam merupakan karya yang dikagumi Once, dan beberapa kali ia bawakan saat manggung off-air. Video lirik “Sabda Alam" sudah dapat dinikmati di channel YouTube Aquarius Musikindo.

Kilas Balik

Almarhum Chrisye (Musica Studio's)
Almarhum Chrisye (Musica Studio's)

Sabda Alam merupakan lagu ciptaan Chrismansyah Rahadi atau yang lebih dikenal sebagai Chrisye dan sahabatnya, Junaedi Salat. Beliau sempat bercerita tentang saat mengerjakan Sabda Alam pertama kali (yang dipopulerkan Chrisye).

"Di lagu "Sabda Alam", saya kerjasama dengan Chrisye Rahardi. Saya yang buat syairnya, sedangkan Chrisye yang buat lagunya dan diaransemen oleh Yockie Suprayogo. Saya terinspirasi saat bangun pagi sambil dengar burung-burung bernyanyi, rasanya indah sekali. Dari situ saya mulai ambil pulpen dan menulis baris demi baris apa yang diinspirasikan Tuhan kepada saya" ujar Junaedi Salat saat dihubungi Aquarius Pustaka Musik (perusahaan publishing) beberapa hari sebelum dirinya meninggal dunia.

Simak juga video menarik berikut: