LaNyalla: Idul Adha momentum umat Muslim perkuat toleransi

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah merupakan momentum bagi seluruh umat Muslim untuk memperkuat sikap toleransi dalam beragama.

"Perbedaan pandangan sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Muslim sehingga tidak ada lagi pertentangan karena perbedaan mazhab yang diikuti," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

LaNyalla yang sedang mengikuti ibadah haji di Mekkah itu yakin bahwa seluruh umat Muslim di Indonesia sudah lebih dewasa menyikapi suatu perbedaan seperti perbedaan Lebaran Idul Adha antara Arab Saudi dan Indonesia.

Baca juga: Ketua DPD minta pemuda bantu hapus kesenjangan antarkelas masyarakat

Kedewasaan dan toleransi dalam menjalankan ibadah bagi umat Muslim, bisa dijadikan sebagai momentum menciptakan peradaban serta menghadapi tantangan yang besar demi menciptakan masyarakat yang modern dan maju.

"Harapan kita, kedewasaan masyarakat pada momen Idul Adha ini menghantarkan kepada kondisi masyarakat Muslim yang lebih peduli terhadap ketimpangan-ketimpangan di dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Ia menambahkan selain menjadi tuntutan agama, berkurban merupakan sebuah bentuk kepekaan sosial.

Baca juga: Ketua DPD ingin bumikan semboyan Ki Hajar Dewantara

LaNyalla berharap Idul Adha dapat digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Saat pemotongan hewan kurban, setiap pihak terkait diwajibkan mengikuti kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah, mengingat terjadinya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di sebagian provinsi.

"Kurban menjadi bukti kepedulian masyarakat Muslim kepada sesama. Ada dampak sosial yang positif karena berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan," ucap LaNyalla.

Baca juga: LaNyalla sebut regulasi, SDM, infrastruktur penting perkuat telematika

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel