Lap Pakai Masker Kain, Cara Ferdy Sambo Hilangkan Jejak di Senjata Yosua

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Ferdy Sambo mengungkap caranya menghilangkan jejak DNA di senjata HS-19 milik Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ternyata, jejak di senjata itu hilang usai sambo mengelapnya memakai masker kain.

"Saya sudah sampaikan bahwa setelah penembakan itu, saya lap dengan masker kain saya dan kemudian juga mengambil tangan Yosua untuk ditembakkan ke dinding belakang itu," kata Sambo saat sidang pemeriksaan terdakwa, Selasa (10/1).

Diakui Sambo, cara itu untuk memperlancar skenario palsu yang dia bangun seolah terjadi baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E karena ada pelecehan terhadap Putri Candrawathi di rumah dinas Duren Tiga.

Sambo juga bercerita sempat salah menaruh senjata di tangan kiri Brigadir J yang nyatanya terbiasa memakai tangan kanan. Meski demikian, ia mengetahui dan tak menghiraukan persoalan tersebut.

"Iya saya yang menaruh (senjata HS). Saya juga setelah melihat foto itu saya baru tahu kalau itu di tangan kiri. Tapi padahal dia kan nembak pakai tangan kanan. Tapi tidak ada pertanyaan dari penyidik ke mereka, jadi saya sudah lah biarkan saja," ujarnya.

Sementara masker kain yang dipakai untuk menghilangkan jejak di senjata HS-19 milik Brigadir J, Sambo sudah membuangnya.

Tak Ada DNA Sambo di Senjata

Sebelumny, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menghadirkan saksi ahli DNA dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J atas kelima terdakwa Ferdy Sambo Cs.

Dimana sidang yang digelar secara tertutup ini, turut mendengarkan kesaksian dari; Ahli DNA dari Polri, Fira Sania; Ahli DNA Polri, Irfan Roqib; Saksi olah TKP, Sirajul Umam; dan Ahli Digital Forensik, Heri Priyanto.

Dalam hasil pemeriksaan terhadap keempat saksi, ditemukan fakta bahwa tidak ada jejak DNA Ferdy Sambo dalam kedua senjata yakni Glock-17 dan HS-19 yang menjadi barang bukti dalam kasus penembakan Brigadir J. Demikian disampaikan Kuasa hukum Kuat Ma'ruf Irwan Irawan

"Di HS juga (DNA Ferdy Sambo) tidak terbaca. Hanya Yosua punya, DNA Yosua yang ada di HS. Jadi Pak Ferdy Sambo tidak ada DNA-nya di situ," ucap Irwan saat ditemui usai persidangan, Rabu (14/1).

Disamping itu dalam senjata Glock - 17 ternyata terekam jejak DNA milik Richard Eliezer alias Bharada E, Agus Nurpatria, dan Kombes Susanto tanpa Ferdy Sambo. Dimana senjata itu diketahui identitik dengan luka yang ada di tubuh Brigadir J.

"Kesaksian hari ini yang DNA khususnya ya, itu sudah menegaskan bahwa yang ada di senpi yang diperiksa oleh biologi forensik, itu hanya tiga DNA yang terbaca di sana. Eliezer punya, sama Pak Agus, sama Pak Susanto," tutur Irwan.

Adapun terekam jejak Mantan Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri, Agus Nurpatria, dan mantan Kaden A Ropaminal DivPropam Polri Kombes Susanto karena mereka berdua memang sempat memegang senjata tersebut usai insiden penembakan Brigadir J.

"Pada saat itu memang diserahkan ke Pak Agus sama Pak Susanto saat diperiksa selesai kejadian. Hanya itu DNA yang terbaca oleh senjata," tutur Irwan. [lia]