Laparoskopi, Cara Cerdas Menangani Masalah Kandungan yang Relatif Lebih Aman

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Saat seseorang menderita penyakit rongga perut atau panggul. Identifikasi dan terapinya seringkali memerlukan prosedur pembedahan, baik dengan cara Bedah Invasif Minimal/Laparoskopi atau dengan Pembedahan Terbuka/Laparotomi. Namun pertanyaan utamanya adalah metode mana yang harus dipilih? Laparoskopi atau Laparotomi? Lalu jika telah mengambil keputusan, mengapa metode itu yang dipilih? Mari selami lebih dalam dan mencari tahu.

Laparoskopi kandungan adalah prosedur tindakan untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita, terutama gangguan yang melibatkan rahim dan sel indung telur. Bedah Laparoskopi umumnya juga dikenal sebagai Bedah Invasif Minimal/Minimally Invasive Surgery, merupakan prosedur pembedahan yang telah digunakan secara luas dalam bidang medis selama 30 tahun.

Bedah Invasif Minimal atau Operasi Lubang Kunci /Key Hole Surgery mengurangi trauma pada tubuh yang disebabkan oleh Operasi Terbuka Konvensional / Laparotomy, karena sayatan yang dibuat jauh lebih kecil (@0,5 cm – 2 cm). Prosedur yang efisien ini dilakukan dengan menggunakan instrumen laparoskopi canggih yang dimasukkan melalui 3-4 sayatan kecil di permukaan perut. Dokter bedah akan dapat melihat organ dalam secara detail dan menjalankan prosedur operasi dengan baik karena visualisasi yang optimal. Setelah prosedur selesai, sayatan kecil dijahit, dan meninggalkan bekas luka yang sedikit terlihat.

(c) RS EMC
(c) RS EMC

Pembedahan invasif minimalLaparoskopi dapat digunakan untuk tujuan diagnostik dan berbagai jenis pembedahan dan prosedur di berbagai disiplin ilmu seperti Bedah, Urologi, Ginekologi. Bahkan menjadi “Gold Standard” untuk berbagai prosedur ginekologi seperti ligasi tuba, pengangkatan kista ovarium, pengangkatan indung telur, pengobatan kehamilan ektopik, ruptur hemorrhagic pada kista, eksplorasi nyeri panggul kronis, kemandulan, pengobatan endometriosis, pengangkatan miom sampai pengangkatan rahim/histerektomi. Selain itu, untuk pengobatan prolaps organ panggul, inkontinensia urin, dan bahkan pada kanker ginekologi.

  1. Tehnik Laparoskopi mempunyai keunggulan antara lain:

  2. Risiko komplikasi yang kecil jumlahnya.

  3. Waktu pemulihan yang lebih cepat.

  4. Meminimalkan rasa sakit.

  5. Memperpendek waktu rawat inap.

  6. Hasil estetika yang lebih baik. Pada laparoskopi, ahli bedah biasanya hanya memerlukan empat sayatan kecil yang memastikan pasien tidak merasakan banyak rasa sakit selama operasi dan sesudahnya. Sehingga lebih sedikit analgesia (obat penahan sakit) yang diperlukan.

  7. Jaringan parut pasca operasi yang lebih sedikit.

  8. Laparoskopi memastikan lebih sedikit keluarnya darah, misalnya mengurangi pendarahan.

  9. Berkurangnya angka kejadian Anemia dan kebutuhan transfusi darah selama dan sesudah pembedahan.

  10. Berkurangnya efek samping dari analgesia yang tidak diinginkan.

  11. Risiko infeksi pada laparoskopi minimal karena organ dalam tidak banyak terpapar ke lingkungan luar.

(c) RS EMC
(c) RS EMC

Menurut dr. Aries Joe, Sp.OG, DMAS (Spesialis Kebidanan Kandungan EMC Tangerang), dengan keunggulan tersebut maka pasien tidak perlu lagi khawatir untuk penanganan. Misalnya ligasi tuba, pengangkatan kista ovarium, pengangkatan indung telur, pengobatan kehamilan ektopik, ruptur hemorrhagic pada kista, eksplorasi nyeri panggul kronis, kemandulan, pengobatan endometriosis, pengangkatan myom, sampai pengangkatan rahim/histerektomi.

Kabar gembiranya, Rumah Sakit EMC Tangerang menyediakan fasilitas terbaru untuk Bedah Invasif Minimal. Terlepas dari infrastruktur yang modern dan sesuai dengan standar kesehatan. Rumah Sakit EMC Tangerang memiliki ahli bedah ginekologi yang telah terlatih dalam Bedah Invasif Minimal seperti Laparoskopi dan Hysteroskopi di beberapa lembaga terbaik di Indonesia dan luar negeri seperti Jerman, India. Jika mempunyai pertanyaan dan membutuhkan pelayanan Bedah Invasif Minimal, silahkan menghubungi Ekha di nomor 0878 8989 0102.