Lapas Anak Hanya Tampung 28 Persen Tahanan

Jakarta (Antara) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak hanya menampung 28 persen anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang terdiri atas 2.197 tahanan anak dan 3.512 anak pidana dengan jumlah total 5.709 anak, padahal jumlah ABH yang ditampung di 18 Lapas hanya 1.612.


"Di beberapa tempat memang ada Lapas anak tapi di Lapas lain belum ada, jadi penempatannya dipisahkan dari orang dewasa, bloknya dipisahkan," kata Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham, Muhammad Sueb di Jakarta, Selasa.

Pada hari ini, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin memberikan remisi kepada 648 narapidana anak pada peringatan hari Anak Nasional 2013.

Rinciannya adalah 641 anak mendapat remisi anak I (masih menjalani pidana) dan remisi anak II (habis masa pidana/bebas) sebanyak tujuh anak.

"Ini jelas adalah hak mereka, bukan pemberian yang diberikan seakan-akan pemerintah ini benar, tapi ini adalah hak anak-anak, bila mereka memenuhi kriteria-kriteria dalam masa-masa pembinaan maka dengan sendirinya mereka wajib mendapatkan hak tersebut," ungkap Amir.

Sueb menjelaskan bahwa dalam Lapas Anak, petugas Lapas memberikan perlakukan-perlakuan khusus.

"Kami meminimalkan kekerasan, rantai besi disembunyikan, senjata api disembunyikan, kalau perlu seragam dinas juga diperhalus karena di Lapas anak kami memakai dasi, kemudian arsitektur bangunan juga ramah anak jangan menyeramkan," ungkap Sueb.

Sueb juga menjamin bahwa hak-hak dasar anak seperti pendidikan dan kesehatan diberikan di Lapas.

"Kalau dari luar dia sekolah, maka diusahakan di dalam bisa melanjutkan sekolahnya, pola pengasuhan juga seperti pola pengasuhan anak dan orang tuanya, ditambah pengajian, sehingga kami lebih memberikan pengasuhan," jelas Sueb.

Ia menjelaskan bahwa Lapas pun tidak identik dengan kekerasan, khususnya dalam Lapas anak, namun masih ada hal yang masih harus diperbaiki.

"Dalam pelaksanaan masih ada yang harus disempurnakan misalnya sarana dan prasarana seperti sekolah dan sumber daya manusia untuk pengajar-pengajar yang masih kurang, tapi kami sudah bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten setempat untuk mengatasinya," jelas Sueb.

Sueb berharap selanjutnya Lapas dapat mandiri dengan menyediakan tenaga pengajar yang berasal dari dalam Lapas.

Data Kemenkumham mencatat jumlah seluruh tahanan anak dan anak pidana di seluruh Indonesia berjumlah 5.709 dengan rincian ada tahanan anak 2.197 orang (2.133 orang laki-laki dan 64 orang perempuan) ditambah anak pidana berjumlah 3.512 orang (3.444 orang laki-laki dan 68 orang perempuan).

Namun dari jumlah tersebut hanya 1.612 orang yang ditempatkan di 18 lembaga pemasyarakatan (LAPAS) anak di seluruh Indonesia dengan rincian 352 tahanan anak (347 orang laki-laki dan 5 orang perempuan) sedangkan anak pidana ada 1.260 orang (1.240 orang laki-laki dan 20 orang perempuan).

Artinya ada 4.097 tahanan anak dan anak pidana yang menjalani pidana di lembaga pemasyarakatan dewasa yang rinciannya adalah tahanan anak berjumlah 1.845 anak (1.786 orang laki-laki dan 59 perempuan) ditambah anak pidana berjumlah 2.252 orang (2.204 orang laki-laki dan 48 orang perempuan).

Rentang usia anak pidana dan tahanan anak itu adalah berusia 9 tahun (1 orang), 10 tahun (1 orang), 12 tahun (4 orang), 13 tahun (23 orang), 14 tahun (157 orang), 15 tahun (427 orang), 16 tahun (931 orang), 17 tahun (1.738 orang) dan 18 tahun (2.427 orang).

Para anak pidana itu, 2.337 orang mendapatkan pidana di atas 1 tahun, 998 orang mendapat pidana 3 bulan hingga 1 tahun dan 117 orang mendapat pidana 1 hari hingga 3 bulan.

Jenis tindak pidana yang dilakukan tahanan anak dan anak pidana adalah pencurian (1.957), pelanggaran terhadap perlindungan anak (1.182), narkotika dan psikotropika, penganiayaan, pembunuhan, kesusilaan, perampokan dan tindak pidana lain


Hanya ada 18 Lapas Anak di Indonesia yaitu Lapas anak Medan-Sumatera Utara, Tanjung Pati-Sumatera Barat, Palembang-Sumatera Selatan, Pekanbaru-Riau, Muara Bulian-Jambi, Bandar Lampung-Lampung, Lapas anak Pria Tangerang-Banten, Lapas anak wanita Tangerang-Banten, Bandung-Jawa Barat, Kutoarjo-Jawa Tengah, Blitar-Jawa Timur, Gianyar-Bali, Mataram-Nusa Tenggara Barat, Kupang-Nusa Tenggara Timur, Parepare-Sulawesi Selatan, Tomohon-Sulawesi Utara, Pontianak-Kalimantan Barat dan Martapura-Kalimantan Selatan.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.