Lapas Cianjur Terdampak Gempa, 11 Pos Darurat Dibuat untuk Cegah Napi Kabur

Merdeka.com - Merdeka.com - Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur berdampak pada kerusakan fasilitas di Lapas Kelas II B Cianjur. Petugas di penjara itu pun membuat pos darurat untuk mengantisipasi gempa susulan sekaligus mencegah narapidana dan tahanan melarikan diri.

Direktur Keamanan dan Ketertiban Kemenkumham Abdul Aris mengatakan ada beberapa bagian dari bangunan maupun tembok gedung yang terdampak gempa. Ia pun sudah berkoordinasi dengan Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II B Cianjur, Muhamad Nuzaman.

Upaya yang dilakukan adalah membuat 11 pos darurat di dalam dan luar area lapas agar kinerja pengawasan terhadap narapidana bisa tetap maksimal, sekaligus mengantisipasi adanya gempa susulan.

"Kegiatan ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya pelarian dan mengantisipasi bila terjadinya bencana gempa bumi terjadi lagi di Lapas Kelas II B Cianjur," jelasnya.

Pos darurat tersebut dibuat di beberapa area, di antaranya Pos 4, Jalur Pos 4 dan Pos 3, rumah dinas Kalapas, Pos 4 luar, Samping Rumdin pegawai, P2U, Pos 1, Jalur Pos 1 dan 2, Blok wanita, Sekitaran Masjid dalam Lapas dan Blok hunian.

Seorang Petugas Terluka

Satu orang petugas Lapas bernama Ade Octavian mengalami luka akibat gempa itu. Saat gempa terjadi, ia yang sedang berada di Pos 3 berusaha menuruni tangga. Namun, pos itu roboh.

Ade tertimpa reruntuhan bangunan. Berdasarkan diagnosa awal, dia mengalami luka robek di bagian kepala, lengan dan kaki. Pihak Lapas kemudian mebawanya ke RSUD Cianjur.

Karena RSUD sedang penuh korban gempa, Ade segera dilarikan ke Puskesmas agar mendapat penanganan. Karena luka robek cukup dalam, dia dirujuk ke RS Bhayangkara Cianjur. "Saat ini masih dalam penanganan tenaga medis," ucap dia.


[yan]