Lapas Tanjung Raja Dirazia, Petugas Temukan Ponsel dan Benda Berbahaya

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim gabungan melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mereka menemukan banyak benda yang dilarang di dalam penjara itu.

Razia digelar tim gabungan dari TNI, Polri, dan petugas lapas, Kamis (21/4) malam. Untuk mengoptimalkan penggeledahan, petugas membagi dua tim dan masuk ke setiap blok dan kamar narapidana.

Petugas menemukan beberapa ponsel beserta chargernya, dan benda yang dilarang dan membahayakan, seperti besi, kayu, kabel, paku, ikat pinggang, alat pemasak air, dan kaca. Barang-barang itu langsung disita dan selanjutnya dimusnahkan.

Pemilik Tidak Diketahui

Kapolsek Tanjung Raja AKP Halim Kesumo mengungkapkan, barang-barang itu didapatkan hampir di seluruh kamar napi. Hanya pemiliknya tidak diketahui.

"Ada ponsel, besi, kaca, kayu, dan lain-lain, semuanya membahayakan penghuni lapas sendiri," ungkap Halim, Jumat (22/4).

Lapas Tanjung Raja dihuni 888 napi yang terdiri dari 868 laki-laki dan sisanya perempuan. Mereka menghuni 52 kamar yang terbagi dalam 9 blok.

Dia menjelaskan, razia gabungan digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58. Keterlihatan Polri berdasarkan surat permohonan dari Kepala Lapas Tanjung Raja sesuai Nomor W6.PAS.PAS.4.UM.01.01-0331 tanggal 12 April 2022 tentang bantuan personel untuk pengamanan giat dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58 tahun 2022.

"Alhamdulillah satu jam lebih berjalan, razia berlangsung lancar dan aman, situasi lapas kondusif," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel