Laporan WHO: Angka Kematian Akibat COVID-19 Eropa Paling Banyak di Dunia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Dalam laporan mingguan epidemi COVID-19 terbaru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa Eropa sekali lagi memimpin dunia dalam persentase kasus COVID-19 baru dan kematian akibat penyakit yang disebabkan virus corona ini.

WHO melaporkan, jumlah penularan baru di Eropa naik sebanyak 7 persen pada pekan lalu, diikuti dengan kenaikan jumlah kematian sebesar 10 persen.

Afrika adalah satu-satunya wilayah lain yang melaporkan peningkatan kasus baru, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (11/11/2021).

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Rabu (10/11) menyerukan pertemuan mendesak dengan para gubernur negara bagian, setelah Institut Robert Koch untuk Penyakit Menular melaporkan jumlah rekor baru penularan COVID-19 harian di negara tersebut.

Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert, mengatakan kepada kantor berita DPA bahwa penyakit itu kini "menyebar secara dramatis," dan upaya "tanggap cepat dan terpadu" diperlukan untuk mengatasi situasi yang sedang berlangsung.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Situasi Rumit di Eropa

Tenaga medis ber-APD meninggalkan unit perawatan intensif sebuah rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 di Kiev pada 2 November 2021. Salah satu negara termiskin di Eropa, Ukraina, telah dilanda lonjakan infeksi varian Delta yang lebih menular dari virus corona lain. (Sergei SUPINSKY/AFP)
Tenaga medis ber-APD meninggalkan unit perawatan intensif sebuah rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 di Kiev pada 2 November 2021. Salah satu negara termiskin di Eropa, Ukraina, telah dilanda lonjakan infeksi varian Delta yang lebih menular dari virus corona lain. (Sergei SUPINSKY/AFP)

Seibert juga mengatakan bahwa Merkel terlibat dalam diskusi intensif dengan para menteri, pemerintah daerah, dan kemungkinan partai koalisi pada masa depan mengenai situasi pandemi di Jerman.

Sejalan dengan WHO, Komisi Eropa, yang merupakan cabang eksekutif Uni Eropa, mengakui bahwa telah terjadi peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Eropa dalam konferensi pers pada Rabu (10/11) di Brussels.

Juru bicara Komisi Eropa, Dana Spinant, menggambarkan situasi yang terjadi saat ini "rumit" dan dapat "berubah dengan cepat." Ia menambahkan, negara-negara anggota Uni Eropa sedang membicarakan langkah-langkah yang perlu diambil selanjutnya untuk mengatasi pandemi yang sedang terjadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel