Laporan Hoaks Kominfo: Vtube di Bawah Naungan FIFA hingga Detik-Detik Longsor di Nganjuk Jawa Timur

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan enam konten hoaks di media sosial pada Minggu 22 Februari 2021.

Enam hoaks tersebut mulai dari isu vaksin Covid-19 hingga bencana longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur.

Pertama, Kominfo menemukan klaim bahwa vtube saat ini berada di bawah naungan FIFA. Klaim tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook.

Berikut unggahannya:

"Teruntuk heaters pasti kejang kejang, vtube skrg dibawah naungan FIFA,heaters jamgan iri ya berani melawan ombak besar yahahaha palepale #godaymen #ragumurugiku #horaumum".

Dalam unggahan tersebut juga terdapat foto Presiden FIFA Gianni Infantino yang tampak menunjukkan logo dari aplikasi VTube yang dibuat oleh PT. Future View Tech ke grup VTUBER_INDONESIA.

Faktanya, foto tersebut merupakan hasil editan atau suntingan. Foto aslinya adalah foto ketika Presiden FIFA Gianni Infantino berpose dengan Trofi Piala Dunia Wanita setelah pengumuman bahwa Australia / Selandia Baru adalah tuan rumah pemenang untuk FWWV23 pada 25 Juni 2020.

Selain klaim tentang vtube saat ini berada di bawah naungan FIFA, terdapat beberapa hoaks lainnya. Berikut rangkumannya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Setelah Divaksin Kasus HIV dan Kanker Akan Meledak

Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)

Beredar sebuah unggahan berisi daftar penyakit yang diklaim disebabkan oleh vaksin flu atau Covid. Unggahan tersebut disertai diagram yang berisi berbagai penyakit antara lain kanker, infeksi HIV/AIDS, stroke, diabetes, arthritis, dan serangan jantung. Bahkan, di bagian bawah, disebutkan bahwa kematian adalah salah satu akibat dari pemberian vaksin.

Berdasarkan hasil penelusuran dari cekfakta.tempo.co, klaim bahwa vaksin flu dapat menyebabkan infeksi HIV dan kanker, maupun penyakit serta gangguan serius lainnya adalah keliru. Vaksin flu telah banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan belum pernah dilaporkan menyebabkan infeksi HIV maupun kanker.

Selanjutnya, dilansir dari republika.co.id, Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe membantah kabar lawas yang kembali muncul di sebagian masyarakat tentang vaksin yang dianggap bisa menyebabkan autisme hingga kanker.

"Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kanker, malah ada vaksin yang bisa melindungi kanker, vaksin hepatitis B yang bisa melindungi kanker hati, vaksin HPV melindungi kanker mulut rahim, jadi tidak benar vaksin sebabkan kanker," ujar Dirga.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Akun WhatsApp Mengatasnamakan Bupati Jepara

Ilustrasi WhatsApp. Kredit: Webster2703 via Pixabay
Ilustrasi WhatsApp. Kredit: Webster2703 via Pixabay

Beredar akun WhatsApp mengatasnamakan dan menggunakan foto profil Dian Kristiandy yang mengenakan pakaian Dinas Bupati Jepara.

Faktanya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara Arif Darmawan menegaskan nomor tersebut bukan milik Bupati Jepara, Dian Kristiandi. Ia meminta kepada masyarakat agar tidak merespon pesan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan bupati Jepara.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tweet Aa Gym Komentari Kinerja Anies Baswedan Terkait Penanganan Banjir

Aa Gym kunjungi Arifin Ilham (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Aa Gym kunjungi Arifin Ilham (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Beredar di media sosial, sebuah tangkapan layar yang menyandingkan status yang diunggah oleh Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dengan sebuah foto yang berisi beberapa penghargaan yang diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Faktanya, foto cuitan Aa Gym dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut tidak saling berkaitan. Adapun waktu cuitan tersebut diunggah yaitu pada tahun 2017 dan telah dihapus sejak lama.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Mendikbud Larang Gunakan Jilbab di Sekolah Karena Agamanya Berseberangan

Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2020). Rapat membahas evaluasi program belajar dari rumah terkait subsidi kuota internet serta isu-isu kesiapan rekrutmen guru honorer tahun 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2020). Rapat membahas evaluasi program belajar dari rumah terkait subsidi kuota internet serta isu-isu kesiapan rekrutmen guru honorer tahun 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Beredar postingan di media sosial Facebook yang mengklaim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melarang penggunaan jilbab atau hijab dilingkungan sekolah karena agamanya berseberangan.

Klaim Nadiem Makarim membuat larangan penggunaan jilbab di sekolah karena agamanya berseberangan adalah narasi yang keliru.

Faktanya, merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri pada tanggal 3 Februari 2021, berisikan bahwa Institusi sekolah tidak boleh lagi mewajibkan siswa maupun tenaga kependidikan menggunakan seragam dengan atribut keagamaan tertentu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Detik-Detik Tanah Longsor di Ngetos Nganjuk Jawa Timur

ilustrasi Cek Fakta
ilustrasi Cek Fakta

Telah beredar di media sosial Facebook, unggahan yang memperlihatkan sebuah video detik-detik tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, baru-baru ini.

Faktanya, klaim yang memperlihatkan detik-detik longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur baru-baru ini adalah salah. Video tersebut merupakan video lama yang telah beredar sejak tahun 2017 lalu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini: