Laporan Kasus Pengeroyokan Mahasiswa UIN Palembang Masuk Tahap Penyidikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengungkapan kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, ALP (19), di Polda Sumatera Selatan terus bergulir. Sejumlah saksi diperiksa untuk melakukan pendalaman.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengungkapkan, penyidik telah meningkatkan laporan tersebut dari penyelidikan ke penyidikan setelah belasan saksi diperiksa belum lama ini. Itu artinya, penyidik telah mengantongi nama-nama yang bakal ditetapkan tersangka.

"Saat ini sudah pada tahap proses penyidikan," ungkap Agus, Rabu (23/11).

Hanya saja, dia enggan membeberkan hasil pemeriksaan dan siapa saja yang kemungkinan menjadi tersangka. Sebelumnya, ALP melaporkan telah dikeroyok oleh sekitar 10 orang sesama panitia Pelatihan Dasar UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang ke polisi.

"Sedang melengkapi pemeriksaan saksi-saksi," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Anwar Reksowidjojo mengatakan, penetapan tersangka setelah penyidik merampungkan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti. Selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk memutuskan proses hukum lebih lanjut.

"Kita terus lakukan penyidikan, nanti gelar perkara dan penetapan tersangka," ujarnya.

Dua hari lalu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Nyayu Khodijah mengantar 19 mahasiswanya ke Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan. Mereka diantar dalam dua tahap, pagi dan sore hari karena keterbatasan tempat pemeriksaan.

Nyayu menyebut sengaja mengantar dan mendampingi mahasiswanya agar kasusnya segera menemukan titik terang. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya jika terbukti bersalah.

"Dari 20 mahasiswa, ada 10 mahasiswa yang saya antar, 9 lagi menyusul karena keterbatasan tempat. Sementara satu mahasiswa sudah lebih dulu diperiksa," ungkap Nyanyu.

Dikatakan, semua mahasiswanya itu mangkir dari panggilan polisi karena takut. Alhasil, mereka dikumpulkan rektorat pada akhir pekan lalu untuk diberikan pemahaman terkait kasus ini.

"Ketika saya tanyakan kenapa tidak mau datang, mereka bilang tidak berani, mereka takut, dan lain-lain. Karena itulah saya beri pengarahan dan akhirnya bersedia," kata dia.

Saat mengantar, Nyayu meminta penyidik untuk memperlakukan mahasiswanya dengan baik dan memenuhi hak-haknya sebagai pemberi keterangan. Mereka juga didampingi pengacara selama pemeriksaan berlangsung.

"Nanti 9 mahasiswa lagi akan menyusul datang ke polda untuk diperiksa," pungkasnya.

Diketahui, ALP (19) melapor ke polisi karena menjadi korban kekerasan yang dilakukan sekitar 10 seniornya saat menjadi panitia pelatihan dasar UKMK Penelitian dan Pengembangan UIN Raden Fatah Palembang di Bumi Perkemahan Gandus Palembang, Jumat (30/9). Pemicunya lantaran korban membongkar pungutan yang diterapkan ke peserta tak sesuai realisasi.

Korban mengalami kekerasan bahkan ditelanjangi para seniornya. Dari hasil olah TKP, korban juga dipaksa meminum air kloset dan tubuhnya disundut api rokok. [cob]