Laporan Langsung dari Inggris : 16 Jam Demi Garuda Select

Laporan Fitri Apriani dari Kota Birmingham, Inggris

KETIKA keinginan bertemu kesempatan, saat itulah kenyataan menghampiri. Situasi tersebut melingkupi saya ketika mendapat 'tiket' menuju Inggris.

Lagu berjudul 'Football's Coming Home' milik Baddiel, Skinner & Lightning Seeds terus terngiang di kepala. Sejak melangkahkan kaki keluar rumah menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten. lagu yang didedikasikan untuk Timnas Inggris untuk berjuang di Piala Dunia 1998 itu ikut menemani perjalanan.

Bukan tanpa alasan mendengarkan lagu ini. Sebab, saya akan berangkat ke Inggris. Negaranya sepak bola. Rumah bagi sepak bola. Jadi sebelum benar-benar tiba, saya ingin merasakan aura sepak bola di Negeri Elizabeth lebih dahulu.

Saya berangkat ke Inggris untuk meliput Garuda Select. Program pembinaan pemain sepak bola usia muda, hasil kerja sama antara PSSI dan Mola TV. Program ini berlangsung sejak 2018 dan berdurasi 10 tahun.

Adapun selama di Birmingham, saya akan meliput pertandingan antara Garuda Select versus Preston North End U-18 pada malam ini WIB. Rute yang saya tempuh adalah Jakarta-Dubai-Birmingham. Skuat Garuda Select memang bermarkas di Birmingham, kota terbesar kedua di Britania Raya.

Saya berangkat memakai pesawat dari maskapai Emirates. Perjalanan lebih dahulu ke Dubai dengan durasi 7 jam 50 menit. Tiba di Dubai International Airport tepat pukul 06.30 waktu setempat. Satu jam selepas adzan subuh di Dubai.

Tidak lama transit di Negeri Petro Dolar itu, kembali menaiki pesawat menuju Birmingham. Masih dengan maskapai yang sama, perjalanan ke Birmingham memakan waktu 7 jam 50 menit lagi.

Saya tiba di Birmingham Internasional Airport pada pukul 11.20 waktu setempat, pada akhir pekan lalu. Selama perjalanan dari Jakarta ke Birmingham, Inggris, saya bersyukur tidak ada kendala mengenai pemeriksaan virus corona dan lain sebagainya.

 

Lelah Tapi Senang

Dari Birmingham Internasional Airport, saya melanjutkan perjalanan ke stasiun Birmingham Internasional dengan menggunakan monorel. Dari situ, saya menaiki kereta api menuju Station Birmingham New Street.

Perjalanan dari stasiun Birmingham Internasional ke stasiun Birmingham New Street hanya memakan waktu 15 menit saja. Biaya yang harus saya keluarkan pun hanya 3,3 poundsterling atau sekitar Rp59 ribu. Cepat dan murah.

Tiba di stasiun Birmingham New Street, berarti perjalanan segera berakhir karena saya tinggal berjalan kaki ke hotel tempat menginap selama nanti meliput Garuda Select sampai Rabu (26/2/2020). Saya tinggal di Conference Aston. Letaknya, di kawasan Aston University.

Selama berjalan kaki menuju hotel, hembusan angin kadang begitu kuat yang mengakibatnya suhu sekitar menjadi terasa lebih dingin. Oh iya, suhu udara di Birmingham sekarang sekitar 10 derajat Celsius.

Namun meski cukup lelah dengan menghabiskan waktu belasan jam selama perjalanan ditambah suhu udara yang cukup dingin, tapi saya sangat senang dengan agenda liputan ini karena baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Inggris. Negara yang menahbiskan dirinya sebagai rumah sepak bola.

Disadur dari : Bola.net

Penulis / Editor : Fitri Apriani / Aga Deta