Laporan: Pesanan kapal selam Australia senilai $ 35 miliar di Prancis sudah terlambat sembilan bulan

Oleh Byron Kaye

SYDNEY (Reuters) - Pesanan kapal selam Australia senilai A$ 50 miliar ($ 35 miliar) dengan pembuat kapal Prancis, Naval Group, terlambat sembilan bulan dan departemen pertahanan tidak dapat menunjukkan bahwa A$ 396 juta yang telah dikeluarkan untuk kontrak itu efektif, menurut laporan audit.

Kapal selam adalah bagian dari rencana Australia untuk memperluas militernya dan melindungi kepentingan strategis dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Yang pertama akan dikirimkan pada awal 2030-an dan kapal terakhir pada 2050-an.

Oposisi Australia, Partai Buruh, mengatakan penundaan hanya satu tahun setelah kontak ditandatangani itu "sangat memprihatinkan", tetapi Menteri Pertahanan Linda Reynolds mengatakan program itu membutuhkan fokus jangka panjang.

Naval Group, yang saat itu disebut DCNS, ditunjuk sebagai pemenang tender untuk kontrak 12-kapal selam pada 2016 dan menandatangani kontrak produksi pada Februari tahun lalu setelah negosiasi panjang.

"Program saat ini mengalami penundaan sembilan bulan dalam fase desain terhadap perkiraan kontrak pra-desain Departeman Pertahanan, kata laporan oleh Kantor Audit Nasional Australia (ANAO) yang independen, merujuk pada Departemen Pertahanan.

Pada saat yang sama, dikatakan dua milestone -- suatu bagian item pekerjaan yang dibuat seolah-olah menjadi selesai sementara atas serangkaian pekerjaan yang menjadi bagian jadwal besar -- kontrak besar telah diperpanjang.

"Sebagai akibatnya, Departemen Pertahanan tidak dapat menunjukkan bahwa pengeluarannya sebesar A$ 396 juta untuk desain Kapal Selam Masa Depan telah sepenuhnya efektif dalam mencapai program dua milestone desain utama hingga saat ini," tambah laporan itu.

Milestone tersebut adalah "Tinjauan Studi Konsep", bagian terakhir dari studi kelayakan, yang seharusnya dimulai pada September 2018 sebelum kontrak final ditandatangani, dan "Tinjauan Kebutuhan Sistem", yang seharusnya selesai pada Oktober 2019 tetapi tidak dimulai sampai Desember tahun itu.

Laporan itu mengatakan penundaan mungkin "dapat dipulihkan" oleh milestone berikutnya pada Januari 2021, dan awal pembangunan tidak terpengaruh.

"Sangat memprihatinkan bahwa program ini sudah mengalami penundaan sembilan bulan dalam fase desain," kata menteri pertahanan bayangan Richard Males dalam sebuah surel pada Rabu.

"Pada ketiga ukuran program ini -- pada waktu pengiriman, pada biaya proyek, dan pada jumlah konten Australia -- jumlahnya semua salah jalan."

Namun, Reynolds mengatakan program itu masih dalam tahap desain awal dan penting untuk mendapatkan desain yang benar.

"Melakukan hal itu akan mengurangi perubahan dan ketidakpastian yang mahal saat kapal selam kelas Attack dibangun," katanya dalam sebuah pernyataan.