Laporan: Sistem TI parlemen Australia diretas awal tahun ini

Sydney (Reuters) - Jaringan komputer parlemen Australia diretas awal tahun ini dan data dicuri dari komputer beberapa pejabat terpilih, Australian Broadcasting Corp (ABC) melaporkan.

Badan-badan keamanan menemukan serangan itu pada 31 Januari tahun ini dan memantaunya selama seminggu sebelum mematikan jaringan, Presiden Senat Scott Ryan mengatakan kepada komite parlemen, menurut ABC.

Selama jaringan itu dikompromikan -- dikendalikan peretas --, dua senator dan sejumlah kecil anggota majelis rendah telah mencuri data "tidak sensitif", ABC melaporkan tanpa memberikan rincian pencurian.

"Sejumlah kecil pengguna mengunjungi situs web eksternal yang sah yang telah dikompromikan," kata penyiar mengutip Ryan kepada komite parlemen pada Kamis. "Ini menyebabkan malware -- program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer -- disuntikkan ke jaringan komputer parlementer."

Tim keamanan siber parlemen menghentikan upaya serangan lain pada akhir Oktober, mengirim surel ke pengguna yang mengatakan bahwa malware telah terdeteksi dalam sistem, ABC melaporkan. Orang-orang di jaringan komputer parlementer sementara waktu dilarang mengakses akun surel pribadi seperti Gmail, stasiun televisi itu melaporkan tanpa mengutip sumber.

Pada September, Reuters melaporkan para pejabat intelijen Australia telah menetapkan bahwa China bertanggung jawab atas serangan siber terhadap parlemen nasionalnya dan tiga partai politik terbesarnya sebelum pemilihan umum pada Mei.

Badan intelijen siber, Direktorat Sinyal Australia, menyimpulkan pada Maret bahwa Kementerian Keamanan Negara China bertanggung jawab atas serangan itu tetapi merekomendasikan untuk menjaga kerahasiaan temuan untuk menghindari gangguan hubungan perdagangan dengan Beijing, menurut laporan Reuters.

Direktorat Sinyal Australia tidak segera menanggapi surel Reuters yang meminta komentar pada Jumat.