Laporkan Dugaan Match Fixing di Liga 2 ke PSSI, Perserang Pecat 5 Pemain dan Pelatih

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Ada dugaan pengaturan skor di Liga 2 2021. Perserang Serang telah melaporkan kasus itu ke PSSI.

Buntut dari kejadian tersebut, Perserang memecat lima pemain dan pelatihnya dengan indikasi terlibat match fixing.

Perserang memberhentikan pelatih Putut Widjanarko serta mendepak Ade Ivan Hafilah, Ivan Julyandhi, Eka Dwi Susanto, Aray Suhendri, dan Fandi Edi.

Manajer Perserang, Babay Karnawi mengatakan bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada PSSI pada Kamis (28/10/2021) terkait dugaan pengaturan skor pada sejumlah partai Grup B Liga 2.

"Sebagai anggota, kami melapor agar PSSI melindungi klub, pemain, pelatih, dan ofisial dari praktik seperti ini dengan memperketat yurisdiksi di Liga 2," kata Babay dalam keterangan resminya.

Penjelasan Babay Karnawi

Manajer Perserang Serang, Babay Karnawi, memberikan keterangan pers setelah pertemuan Manajer Tim Peserta Piala Kemerdekaan dengan anggota Tim Transisi Kemenpora di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. Jumat (7/8/2015). (Bola.com/Arief Bagus)
Manajer Perserang Serang, Babay Karnawi, memberikan keterangan pers setelah pertemuan Manajer Tim Peserta Piala Kemerdekaan dengan anggota Tim Transisi Kemenpora di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. Jumat (7/8/2015). (Bola.com/Arief Bagus)

Babay menjelaskan, indikasi pengaturan skor ditemukan dalam tiga pertandingan tim berjulukan Singa Ndaru ini di Liga 2. Dugaan match fixing dilakukan oleh pihak luar yang mengajak sejumlah pemain Perserang untuk mengalah.

"Beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk membuat tim kami kalah dalam partai kontra RANS Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung FC," jelas Babay.

Dalam tiga laga yang tercium dugaan pengaturan skor itu, Perserang bermain imbang 0-0 melawan RANS Cilegon FC, kalah 1-3 dari Persekat, dan dihajar Badak Lampung FC 1-4.

Berdasarkan bukti berikut pengakuan dari pemain dan pelatih, kata Babay, Perserang mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak enam orang yang tercium melakukan match fixing.

"Dengan pertimbangan integritas dan etik, keenam orang itu diberhentikan secara tidak hormat dari Perserang," jelas manajer yang populer disapa Jibay itu.

Sangat Merugi

Dengan kehilangan sejumlah pemain pentingnya untuk mengarungi lanjutan Liga 2 musim ini, Babay mengaku Perserang sangat dirugikan. Meski demikian, Jibay mengaku lebih menjunjung tinggi integritas sepak bola ketimbang mempertahankan pihak yang merusaknya.

"Kondisi ini sangat merugikan Perserang, tapi kami tetap harus berani dan tidak memberi toleransi terhadap hal-hal yang bisa merusak integritas sepa kbola. Semua ini kami laporkan agar memberi efek jera kepada pihak-pihak yang ingin merusak integritas sepa kbola," imbuh Babay.

"Kami berterima kasih kepada pemain dan ofisial Perserang dan juga suporter Perserang, Balsing yang turut serta memerangi hal-hal yang merusak integritas sepak bola."

"Kami memohon doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat Serang agar Perserang bisa meraih hasil sesuai harapan dalam Liga 2 musim ini," terangnya.

Saat ini, Perserang berada di peringkat keempat dari enam peserta Grup B. Singa Ndaru baru mendulang empat poin hasil dari sekali menang, sekali seri, dan tiga kali kalah.

Unggahan Perserang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel