Laporkan Kamaruddin Terkait Hoaks Dana Rp300 T, Dirut Taspen Segera Diperiksa Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi segera menjadwalkan pemanggilan kepada Direktur Utama (Dirut) PT Taspen, ANS Kosasih sebagai pelapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks. ANS Kosasih sebelumnya melaporkan penasihat hukum keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat Kamaruddin Simanjuntak.

"LP baru di terima, setelah itu akan ada undangan klarifikasi dulu untuk pelapor, saksi-saksi, baru undangan klarifikasi untuk terlapor," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya, Rabu (7/9).

Komarudin tak menyebut secara detail pemeriksaan terhadap ANS Kosasih. Dia hanya mengatakan pemeriksaan akan segera dilakukan.

"Secepatnya," ujar dia.

Komarudin mengatakan, sejauh ini penyidik sedang mempelajari laporan tersebut. "Betul (penyidik masih melakukan pendalaman-pendalam terlebih dahulu)," ujar dia.

Dasar Pelaporan

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Taspen, ANS Kosasih mempolisikan penasihat hukum keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat Kamaruddin Simanjuntak atas pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks.

Laporan polisi dilayangkan ke Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022). Laporan tercatat dengan nomor LP/B/1966/IX/SPKT/Polres Metropolitan Jakpus/Polda Metro Jaya.

"Hari ini saya mendampingi klien saya pak ANS Kosasih membuat laporan polisi terkait berita bohong, pencemaran nama baik yang dilakukan oleh saudara KS beberapa waktu lalu," kata penasihat hukum ANS Kosasih, Duke Arie Widagdo kepada wartawan, Senin (5/9/2022).

Duke menerangkan, Kamaruddin sebagai terlapor dipersangkakan dengan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Peraturan Hukum Pidana. Di samping itu, juga Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE.

"Pasal ITE, ada unsur SARA, dan ada juga berita bohong," ujar dia.

Duke menyatakan, tudingan-tudingan Kamaruddin yang dialamatkan ke kliennnya dipastikan hoaks alias bohong.

"Ini benar-benar tuduhan yang tidak benar. Sama sekali bohong, mengenai tuduhan adanya pengelolaan dana 300 T, itu jelas tidak benar. Adanya pernikahan gaib itu juga jelas tidak benar. Kemudian juga tudingan mengenai anaknya ditelantarkan, itu juga enggak benar," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [gil]