Larangan Mudik, Ketua Satgas Covid-19: Ini Upaya Selamatkan Diri dan Keluarga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan, adanya larangan mudik Lebaran 2021 merupakan upaya menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan bangsa Indonesia dari penularan virus Corona serta menjadi bagian dari program Bela Negara.

Hal tersebut kembali ditegaskan Doni usai menanam bibit pohon palaka dan butun dalam rangka Gerakan Mitigasi Vegetasi Partisipatif Bencana - Penanaman Vegetasi Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah.

"Kami berterima kasih, karena Pak Bupati (Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji) sudah mengajak warga terutama para orang tua untuk mengimbau anak-anak mereka yang ada di rantau, untuk jangan mudik dulu. Larangan mudik tolong dipertahankan, tolong dijaga, setelannya sudah pas kata Bapak Presiden," ujar Doni, dilansir Antara, Rabu (28/4/2021).

Menurut dia, gas dan rem dalam penanganan Covid-19 sudah dilakukan dengan baik di seluruh daerah. Dan hal tersebut dikatakan Doni bukanlah kerja satu atau dua pihak maupun pun satu dua instansi.

"Ini kerja keras bangsa kita. Oleh karenanya, ajakan dan imbauan Bapak Presiden untuk tidak mudik tahun ini, tolong diikuti dengan sukarela, jangan ada perasaan tertekan dan merasa ini (larangan mudik) menghambat aktivitas silaturahmi," kata Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Oleh karena itu, lanjut Doni, silaturahmi diharapkan bisa dicarikan solusinya dengan cara virtual.

Doni menyebut, posko-posko di desa diharapkan bisa memberikan bantuan fasilitas komunikasi kepada warga yang mungkin secara ekonomi tidak mampu, agar mereka tetap bisa melakukan silaturahmi dengan saudaranya di perantauan.

"Kita harus mencari solusi, jangan aktivitas mobilisasi masyarakat kita biarkan tanpa kontrol. Dampak dari mobilisasi, mobilitas orang dalam libur panjang beberapa waktu yang lalu, sudah kita ketahui pasti diikuti dengan kasus aktif (Covid-19) harian," papar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Minta Seluruh Pihak Sadar

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo minta pos lintas batas luar negeri yang berada di Kalbar agar diperketat saat kunjungan di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kalbar, Rabu (17/3/2021). (Dok BNPB)
Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo minta pos lintas batas luar negeri yang berada di Kalbar agar diperketat saat kunjungan di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kalbar, Rabu (17/3/2021). (Dok BNPB)

Menurut Doni, dampak mobilitas warga saat liburan panjang pasti akan diikuti dengan meningkatkan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

"Pasti nanti diikuti dengan korban kematian yang lebih banyak lagi, pasti akan diikuti korban para nakes (tenaga kesehatan), para dokter, perawat, yang akhirnya juga ikut gugur ketika merawat pasien," kata dia.

Doni mengatakan, semua pihak harus sadar bahwa upaya pemerintah meminta masyarakat untuk tidak mudik semata-mata demi keselamatan bersama.

Dia menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo kepada para menteri dan pejabat lainnya ketika berkunjung ke daerah untuk senantiasa mengingatkan masyarakat agar menjaga momentum kasus Covid-19 di Indonesia yang lumayan terkendali.

"Kami tidak mengatakan yang terbaik, tetapi lumayan terkendali dibandingkan dengan banyak negara yang sekarang kasus aktifnya luar biasa, angka kematian hariannya juga sangat banyak sekali," ucap Doni.

Oleh karenanya, kata dia, mencegah keluarga untuk mudik sementara waktu, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri, semata-mata demi menyelamatkan bangsa Indonesia.

"Selamatkan diri kita, selamatkan keluarga kita, dan kita juga selamatkan bangsa kita. Ini tidak terlepas dari bagian dari program Bela Negara," jelas Doni.

Dilarang Mudik

Infografis Dilarang Mudik (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Dilarang Mudik (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: