Lari Dari Sabah, Pengungsi Filipina Tewas Melahirkan Bayi Kembar

Liputan6.com, Bongao : Salah satu dampak dari kontak senjata antara militer Malaysia dan pasukan Kesultanan Sulu Filipina adalah banyaknya warga yang terpaksa mengungsi. Termasuk warga Sabah yang berasal dari Filipina.

Ribuan warga Filipina mengungsi ke negara mereka, tepatnya ke Kepulauan Basulta -- Pulau Basilan, Sulu, dan Tawi-Tawi. Nasib nahas menimpa salah satu pengungsi, seorang ibu hamil.

Wanita bernama Niharaja Jailana tewas melahirkan anak kembar saat proses evakuasi pengungsi dari wilayah Caesarean, Sabah. Sang bayi kembar selamat, namun dalam kondisi kritis.

"Wanita tersebut adalah penduduk asli Zamboanga, Filipina yang bekerja di Sandakan selama beberapa tahun," kata petugas kesehatan Tawi-Tawi dr. Sukarno Asri, seperti dilansir Media Filipina Inquirer Global Nation, Rabu (13/3/2013).

Menurut Asri, Jailana awalnya mengungsi di Pulau Taganak. Namun, ia terpaksa dipindahkan ke kampung asalnya, Sandakan karena kurangnya fasilitas di Taganak. "Namun dalam perjalanan Asri tewas melahirkan," ujarnya.

Sejauh ini, pemerintah Filipina telah mengerahkan relawan dan petugas kesehatan untuk menolong para pengungsi yang membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan.

"Pemerintah berusaha menjamin keselamatan para pengungsi. Kami fokus untuk membantu mereka yang kebanyakan mengungsi ke Basilan, Sulu, dan Tawi-Tawi," kata Juru bicara Presiden Filipina Benigno S. Aquino III, Edwin Lacierda, seperti dimuat Manila Bulletin.

Sedikitnya ada 1.500 warga Filipina yang terdampar di beberapa pulau setelah mereka melarikan diri dari rumah di Sabah. "Kapal yang membawa jasad Jailana akan tiba di Bongao, pada Rabu pagi," ucap Asri.

Malaysia Jaga Ketat Sabah

Operasi militer Malaysia untuk memerangi pasukan Sulu Filipina segera berakhir. Puluhan jasad gerilyawan Sulu dievakuasi aparat Malaysia. Meski demikian, Malaysia tetap menjaga Sabah agar tidak kembali disusupi pasukan Sulu.

Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menegaskan, pihaknya akan mendirikan posko keamanan untuk menjaga stabilitas kawasan Sabah, agar tidak kembali menyusup.

"Posko keamanan permanen akan kami bangun untuk memonitor situasi Sabah usai operasi militer," kata Zahidi, seperti diwartakan The Star.

Menurut Zahidi, posko tersebut akan dijaga oleh Badan Militer Maritim, Dewan Keamanan Nasional, dan Kepolisian Malaysia (Riz)