Laris Manis, Penjual Kambing Qurban Manfaatkan SPG dan Website

Fikri Halim, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penjualan hewan kurban di tengah pandemi COVID-19 memang lesu tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini membuat pedagang hewan kurban harus memutar otak, menciptakan inovasi agar hewan kurban dagangan mereka tetap terjual untuk Hari Raya Idul Adha.

Di Jalan Sulfat, Kota Malang, Husnul Khotimah menjadi pedagang hewan kurban dadakan di kawasan itu. Dia memang peternak kambing dan sapi di kawasan Jabung, Kabupaten Malang. Namun, karena musim kurban dia berjualan di wilayah Kota Malang.

Pada tahun-tahun sebelumnya, dia berdagang dengan cara konvensional. Membuka lapak dadakan sembari menunggu pembeli datang. Namun, dalam situasi pandemi COVID-19 ini dia bersama keluarganya membuat website berisikan informasi soal hewan kurban yang mereka jual.

"Karena pandemi, orang kan juga masih takut untuk keluar rumah karena mungkin berkerumun kalau beli di luar. Jadi kami membuat website dijual di online. Mereka melihat di website kemudian biasanya langsung menuju kandang di Jabung," kata Husnul Khotimah, Rabu, 29 Juli 2020.

Baca juga: Pesan Khusus Jokowi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Dalam website itu memang berisikan hewan kurban dagangan milik mereka. Berisikan foto, nama, usia, dan bobot. Kambing-kambing itu juga diberi nama unik, mulai pemain sepak bola Drogba, aktor mandarin Jet Lee, aktor film Hollywood Van Damme, hingga komedian Komeng.

"Ya allhamdulillah, lewat website itu bisa sampai 25 ekor kambing yang terjual, sapi 10 ekor. Apalagi masih ada satu hari sebelum Idul Adha, masih bisa lebih. Jadi memang banyak yang lewat online. Kalau di lapak ini sudah 35 ekor kambing yang terjual," ujar Husnul.

Selain melalui website, jurus lainnya yang dia gunakan agar tetap menarik minat pembeli hewan kurban adalah melibatkan anggota keluarga lainnya untuk dijadikan sales promotion girl (SPG). Dia adalah Bawon Sofiana wanita 19 tahun. Tugasnya adalah memberikan informasi seputar kambing di lapak milik mereka.

Dia juga bertugas sebagai admin website milik pedagang kambing ini. Kehadiran SPG diharapkan mendongkrak penjualan hewan kurban ini. Selain memberikan informasi dan melayani para pembeli, wanita ini juga memberikan makan hewan ternak sampai membersihkan lapak dagangan hewan kurban.

"Buat apa malu, hitung-hitung bantu keluarga. Biasanya kan ada yang kepingin tahu harganya, bobotnya, umurnya ya di situ harus bisa jelaskan ke calon pembeli. Pokoknya harus sabar supaya pembeli puas," tutur Sofiana. (ase)