Larut Malam, Warga Berdatangan ke Gedung Pakuan untuk Salati Jenazah Emmeril

Merdeka.com - Merdeka.com - Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mempersilakan warga untuk bertakziah serta melaksanakan salat jenazah untuk Emmeril Kahn Mumtadz di Gedung Pakuan.

Dari pantauan, meski hari sudah larut dan sempat diguyur hujan, ribuan warga masih bertahan di lokasi persemayaman Emmeril sedari sore, tak sedikit pula dari mereka yang baru datang.

Usai acara tertutup keluarga besar Ridwan Kamil selesai, pukul 23.00 WIB warga dipersilakan masuk. Mereka mengantre untuk bisa melihat peti jenazah Emmeril.

Petugas protokol mengatur keluar masuk warga secara bergiliran. Selepas satu rombongan merampungkan salat jenazah, rombongan lain datang menggantikan.

Salah seorang warga, Herlina Hidayat mengaku sengaja datang ke Gedung Pakuan dari wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bersama suami dan satu anaknya, dia sampai di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB setelah berangkat dari rumah selepas magrib.

Perempuan berprofesi guru ini mengaku tidak mengenal almarhum Emmeril secara personal. Namun, cerita kebaikan Emmeril sangat menginspirasi.

"Saya tidak mengenal almarhum, tapi setelah kejadian ini saya jadi tahu, almarhum itu bukan hanya anak gubernur, tapi jiwa sosialnya sangat tinggi dan menginspirasi," kata dia.

"Mudah-mudahan anak saya bisa seperti almarhum. Disayang sama orang banyak. Berbakti sama orang tua. Sering membantu," harapnya.

warga berdatangan ke gedung pakuan salati jenazah eril
warga berdatangan ke gedung pakuan salati jenazah eril

©2022 Merdeka.com/aksara bebey

Warga lainnya, Imas Ati Hartati pun menyampaikan hal serupa. Ia sengaja datang bersama suami dan anaknya untuk mendoakan Emmeril.

Warga Jalan Rama, Kota Bandung ini turut merasakan kesedihan yang dialami oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta keluarga.

"Sengaja datang, ikut belasungkawa ke Bapak Gubernur. Alhamdulillah almarhum Eril ditemukan. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima, kebaikannya bisa menjadi pelajaran bagi semua," terang dia.

"Saya juga sebagai orang tua kut merasakan kesedihan. Semoga orang tua Emmeril bisa kuat, agar dan ikhlas," pungkasnya.

Hingga pukul 23.43 WIB, masyarakat masih berdatangan ke Gedung Pakuan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang mempersilakan takziah secara terbuka hingga Senin (13/6) pukul 08.00 WIB. Jenazah Emmeril akan dibawa ke pemakaman keluarga di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung pada pukul 09.00 WIB. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel