Lasmini Terbakar di Pelabuhan Kalianget

TEMPO.CO, Bangkalan - Kapal layar motor Lasmini terbakar di pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat 12 April 2013 pukul 04.30 dini hari. "Api sudah berhasil dipadamkan setengah jam lalu," kata Kepala Kepolisian Sektor Kalianget, Ajun Komisaris Suwardi.

Menurut dugaan polisi, kebakaran kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ini diduga akibat percikan api pada mesin kapal yang menyambar ceceran bbm di dek bawah kapal. Kata Suwardi, dugaan ini sesuai keterangan ABK yang berhasil menyelamatkan diri. "Api pertama kali muncul di dek mesin," ujarnya.

Menurut catatan polisi, saat terbakar kapal Lasmini mengangkut sebanyak 68 drum BBM terdiri dari 14 drum premium dan 54 drum solar. Rencananya bbm tersebut akan dibawa ke Kecamatan Nonggunong, Pulau Sepudi. Namun beberapa saat setelah mesin kapal dinyalakan muncul kobaran api dari ruang mesin. Suwardi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, Ahmad, ABK kapal yang dikabarkan menjadi korban, ternyata berhasil menyelematkan diri dengan melompat ke laut. "Ahmat hanya mengalami luka lecet, tidak ada korban," katanya.

Namun, untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Polisi, kata Suwardi, akan melakukan olah TKP dan memeriksa ulang ABK yang selamat. Masing-masing Misnali, 24 tahun, Ahmad, (19), Holik (50), Mail (26), Moyo (60), semuanya warga Nong Gunong, Pulau Sepudi. "Para ABK saat ini masih diperiksa," katanya lagi.

Kobaran api sendiri baru berhasil dipadamkan tiga jam kemudian. Selain dua unit mobil pemadam kebakaran (PMK) Sumenep, mobil tangki PDAM dan tangki milik Kantor Kebersihan dan Pertamanan juga diterjunkan untuk memadamkan api.

MUSTHOFA BISRI

Topik Terhangat:

Sprindik KPK | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita lainnya:

Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers

Spanduk Pro-Kopassus Bertebaran di Yogyakarta

Aktif di Twitter, Ini Pesan Anggota DPR untuk SBY

Pargono Terus Meneror, Asep Hendro Pasrah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.