The Last Man Standing Arsenal ala Arsene Wenger, Ini 10 Daftarnya

Bola.com, Jakarta - Siapa yang bisa mendepak Arsenal? Hingga awal pekan ini, The Gunners masih ongkang-ongkang kaki di puncak klasemen sementara  Liga Inggris 2022/2023, dengan torehan 37 poin.

Manchester City, yang mengintai di posisi kedua dengan tabungan 32 poin, beberapa kali berdoa agar pesaingnya itu terpeleset. Namun, hingga kini, Meriam London masih sangar menyalak.

Jika bisa tampil konsisten, bukan tak mungkin armada Mikel Arteta bakal berpesta pora di akhir musim. Bisa juara lagi, The Gunners?

Sambil menunggu jawaban, ada baiknya kita cari tahu 10 mantan pemain Arsenal yang pernah berjibaku jatuh bangun di bawah arahan Pak Profesor Arsene Wenger.

Bagaimana nasib mereka sekarang?

 

Olivier Giroud

Olivier Giroud - Bomber AC Milan ini merupakan pilihan utama Arsene Wenger di lini depan Arsenal usai kehilangan sosok Robin van Persie yang hengkang ke MU. Di bawah tangan dingin Wenger, Giroud berhasil mengemas 105 gol. (AFP/Ben Stansall)
Olivier Giroud - Bomber AC Milan ini merupakan pilihan utama Arsene Wenger di lini depan Arsenal usai kehilangan sosok Robin van Persie yang hengkang ke MU. Di bawah tangan dingin Wenger, Giroud berhasil mengemas 105 gol. (AFP/Ben Stansall)

Sosok ini enggak susah dicari. Si gaek berusia 36 tahun masih eksis di AC Milan. Terkini, satu di antara pemain kesayangan Wenger kala berseragam Arsenal (2012-2018) masuk skuad Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2022.

Situasi itu membuktikan kalau Giroud belum habis. Kita tunggu, berapa gol yang bisa dia cetak di Qatar nanti.

 

Alexis Sanchez

Pengkhianat! Fans Arsenal tak kuasa menahan geram ketika idolanya ini memutuskan hengkan ke Manchester United pada 2018. Dia dituding mata duitan.

Latarnya tak lain karena lebih memilih cuan ketimbang bertahan di Emirates Stadium. Alexis tetap pergi ke Old Trafford, diiringi bombardir cibiran para pemuja setia The Gunners. Kini, penyerang ber-KTP Cile itu memperkuat Marseille.

 

Theo Walcott

Ada masa, di mana seseorang tak lagi berada di pusaran pujaan. Itulah yang kini menyergap Walcott.

Dulu, sewaktu masih di Arsenal (2006-2018), susah untuk melayangkan pujian kepada Walcott. Bayangkan, 12 tahun lamanya dia di Emirates Stadium dan jadi meriam andalan Wenger.

Namun, kini, Walcott redup. Kembali ke klub masa kecilnya, Southampton, striker yang beranjak senja itu jarang jadi starting XI.

Bomber berusia 33 tahun itu tak lagi mengerikan seperti dulu. Musim lalu, dia sama sekali tanpa gol dan assist.

 

Francis Coquelin

Francis Coquelin. Pemain asal Prancis yang merupakan produk akademi Arsenal ini memperkuat The Gunners mulai 2008/2009 hingga 2017/2018. Pada tengah musim 2017/2018 ia pindah ke Valencia selama 2,5 musim. Mulai 2020/2021 hingga kini memperkuat Villarreal. (AFP/Pool/Michael Sohn)
Francis Coquelin. Pemain asal Prancis yang merupakan produk akademi Arsenal ini memperkuat The Gunners mulai 2008/2009 hingga 2017/2018. Pada tengah musim 2017/2018 ia pindah ke Valencia selama 2,5 musim. Mulai 2020/2021 hingga kini memperkuat Villarreal. (AFP/Pool/Michael Sohn)

Dicuekin dan kemudian dipinjamkan Arsenal sejumlah klub, Coquelin jadi sosok penting di Valencia. Sejak diboyong pada 2019, gelandang bertahan berusia 31 tahun itu sudah tampil dalam 89 laga di semua kompetisi.

Dia punya andil besar dalam kemenangan di final Copa del Rey 2019 kontra Barcelona. Sukses di Valencia, Coquelin melanjutkan pengembaraannya ke Villarreal pada 2020.

Di klub barunya ini, Coquelin juga bersinar. Bisa jadi, Arsenal sungguh menyesal karena telah menyia-nyiakan pemain Prancis itu.

 

Alex Oxlade-Chamberlain

Uang bisa mengalahkan cinta. Arsenal dan Chamberlain tak kuasa ketika Liverpool datang dengan mahar sebesar 35 juta pounds atau setara Rp 600 miliar. Setelah enam tahun memperkuat The Gunners, Chamberlain hijrah ke Anfield pada 2017.

Chamberlain tahu betul, kalau dia sudah melukai hati fans. "Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar Arsenal yang selalu mendukung saya," ujar Chamberlain dalam hajatan perpisahan, seperti dilansir The Times pada 2017.

Sayang, Chamberlain harus menepi sangat lama. Cedera ligamen membuat sang gelandang meradang. Mimpi tampil di Piala Dunia 2022 pun sirna.

Terbetik kabar, Chamberlain masuk daftar pemain yang didepak pada bursa transfer Januari 2023. Mudik ke Arsenal? Hmm...

 

Wojciech Szczesny

Wenger tak kuasa lagi menahan jengkel. Szczesny mulai melempem di bawah mistar. Setelah 181 penampilan, Szczesny kerap melakukan kesalahan yang berujung kekalahan.

Sebelum dilego ke Juventus pada 2017, Wenger "menghukum" Szczesny dengan cara meminjamkannya ke Brentford dan AS Roma.

Dasar rezeki, di Juventus, Szczesny dianggap sukses menggantikan peran Gianluigi Buffon. Dia ikut mempersembahkan gelar Serie A, beruntung bagi Si Nyonya Tua.

 

Gabriel Paulista

Gabriel Paulista. Arsenal telah terlebih dahulu memiliki pemain dengan nama belakang Gabriel sebelum Trio Gabriel menyeruak pada musim 2022/2023. Ia adalah Gabriel Paulista yang tercatat pernah membela Arsenal mulai tengah musim 2014/2015 hingga akhir musim 2016/2017. Bersama The Gunners ia total tampil dalam 46 laga di Liga Inggris dengan torehan 1 gol dan 1 assist. (AFP/Oli Scarff)
Gabriel Paulista. Arsenal telah terlebih dahulu memiliki pemain dengan nama belakang Gabriel sebelum Trio Gabriel menyeruak pada musim 2022/2023. Ia adalah Gabriel Paulista yang tercatat pernah membela Arsenal mulai tengah musim 2014/2015 hingga akhir musim 2016/2017. Bersama The Gunners ia total tampil dalam 46 laga di Liga Inggris dengan torehan 1 gol dan 1 assist. (AFP/Oli Scarff)

Dia tak lama membela Meriam London. Hanya dua tahun, dari 2015 hingga 2017. Tak banyak kenangan tentangnya.

Bek berusia 31 tahun ini justru mengilap di Valencia. Bersama Valencia, Paulista mampu mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.

 

Serge Gnabry

Menyesal belakangan tak ada arti. Salah sendiri kenapa membiarkannya berlalu. Setelah gagal dipinjamkan ke West Brom, Gnabry bergabung dengan Werder Bremen secara permanen pada 2016.

Akhirnya ia bergabung dengan Bayern Munchen, setahun kemudian. “Kami telah mempersiapkan kontrak baru untuknya, tetapi kemudian tiba-tiba ingin pergi ke Werder Bremen,” kata Wenger kepada beIN Sports.

Pemain berusia 26 tahun itu telah berkembang menjadi satu di antara pemain sayap terbaik di dunia. Gnabry membantu Die Roten meraih treble pada 2019/2020.

 

Kieran Gibbs

1. Kieran Gibbs - Hampir 10 tahun membela Arsenal kini waktu yang tepat bagi bek timnas Inggris ini untuk mencari tantangan baru. Pemain bernomor punggung tiga ini hanya bermain 22 laga pada musim lalu. (AFP/Glyn Kirk)
1. Kieran Gibbs - Hampir 10 tahun membela Arsenal kini waktu yang tepat bagi bek timnas Inggris ini untuk mencari tantangan baru. Pemain bernomor punggung tiga ini hanya bermain 22 laga pada musim lalu. (AFP/Glyn Kirk)

Gibbs sudah tua, 33 tahun. Terakhir, beberapa waktu lalu, dia terpantau berkostum Inter Miami II, klub level tiga Amerika Serikat. Gitu-gitu, Gibbs dulu cukup tenar di Arsenal.

Alumnus Akademi Arsenal ini naik pangkat ke tim senior pada 2007. Sempat mondok sebentar ke Norwich City pada 2008, bek kelahiran 26 September 1989 bertahan hingga 2017.

 

Wellington Silva

Bolak-balik jadi pemain pinjaman tak membuat Silva baper, walau kemudian merasa kena PHP alias pemberi harapan palsu. Sejak diboyong dari Fluminense pada 2010, Wenger malah melemparnya ke sejumlah klub.

Bayangkan, hingga 2016, Silva mengembara dari satu klub ke klub lain sebagai pemain rental, sebelum akhirnya memutuskan balik kanan ke Fluminense.

Tanda-tanda kehidupan mulai terlihat sejak 2021, setelah winger 29 tahun itu meneriman pinangan klub Jepang, Gamba Osaka.

Arsenal Berjaya?