Latihan terpusat singkat tak halangi Sulsel kawinkan emas kata beregu

·Bacaan 2 menit

Kontingen Sulawesi Selatan sukses mengawinkan emas karate nomor kata beregu putra dan putri Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua dan ternyata hanya membutuhkan waktu singkat untuk melakukan latihan terpusat sebelum mengikuti kejuaraan empat tahunan ini.

Berlaga di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Jayapura, Selasa, wakil provinsi Anging Mamiri ini memang tampil dominan sejak babak penyisihan meski suporter tuan rumah menteror dengan yel-yel yang cukup membuat GOR menggema.

Namun, tim kata beregu putra Sulsel yang dihuni oleh Andi Dasril, Andi Tomy Aditya dan Albiadi tetap memperagakan jurus dengan tenang terutama dalam partai final yang mempertemukannya dengan tim DKI Jakarta dengan La Ode Andinuddin, Lutfi Ardiansyah dan Zidan Bagaskara sebagai punggawa. Emas pun bisa diraih.

"Mereka itu memiliki tanggung jawabnya tinggi sebagai atlet. Latihan dilakukan sendiri. Hanya satu bulan mereka berlatih terpusat. Kalau tim lain bisa dua tahun persiapannya," kata pelatih tim karate Sulawesi Selatan Mursalim.

Menurut dia, dengan medali emas yang diraih pada PON Papua maka tim kata beregu putra Sulawesi Selatan telah mempertahankan tradisi hingga lima edisi PON berturut-turut.

Baca juga: Kontingen karate Sumbar bertekad curi medali dari nomor tarung

Begitu juga pada sektor putri. Emas yang diraih oleh Nur Rizka Fauziah, Magfirah Syamsul dan Nadya Baharuddin adalah sebuah kebanggaan karena terakhir meraih medali emas kata beregu putri pada PON 2012 Riau.

Dalam laga final, Nur Rizka dan kawan mempunyai beban yang lebih berat karena harus berhadapan dengan tim tuan rumah yang banyak mendapatkan dukungan dari suporternya yang memenuhi tribun.

"Tim pelatih cuma berpesan, bermainlah dengan lepas. Keluarkan apa yang kamu bisa. Enggak usah mikir lawan itu dari mana. Dimanapun atlet pasti ada rasa grogi. Siapa yang lebih siap dialah yang bakal jadi pemenang," kata Mursalim.

Rasa bangga juga disampaikan tim pelatih Sulawesi Selatan lainnya, Aswar. Salah satu peraih emas kata beregu putra PON Jawa Barat mengaku medali yang diraih Andi Dasril dan kawan-kawan menunjukkan bahwa proses regenerasi berlangsung dengan baik.

"Saya bersama tim, empat kali meraih emas. Sekarang Andi Dasril dan kawan-kawan. Semoga prestasi ini terus berlanjut," kata dia.

Cabang olahraga karate pada PON Papua akan mempertandingkan 15 nomor dan jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan PON 2016 Jawa Barat yang mempertandingkan 17 nomor dan berlangsung hingga 14 Oktober.

Baca juga: Jadwal karate PON Papua: enam emas diperebutkan pada hari kedua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel