Lauren Smith jajal profesi jurnalis di Indonesia Badminton Festival

·Bacaan 2 menit

Pebulu tangkis asal Inggris, Lauren Smith, mengisi waktu luangnya di sela turnamen Indonesia Mastres 2021 dengan menjadi bagian dari tim jurnalis Federasi Badminton Dunia (BWF).

Lauren yang telah menyudahi laganya di Indonesia Masters, diminta BWF untuk menjadi kuli tinta dan bertugas mewawancarai atlet dari nomor ganda campuran yang baru menyelesaikan pertandingannya.

"Ini pengalaman yang sangat berbeda bagi saya, tapi ini adalah kesempatan yang diberikan BWF. Mungkin saya akan lebih sering melakukannya setelah selesai bertanding," kata Lauren saat ditemui Antara di zona wawancara IBF di Bali, Sabtu.

Baca juga: Yuta/Arisa kehabisan energi lawan Tang/Tse di semifinal

Lauren yang berpasangan dengan Marcus Ellis terhenti di babak perempat final, dan kini dia punya waktu luang untuk mencoba profesi baru sebelum kembali berlaga di Indonesia Open pekan depan.

Tugas pertama Lauren hari ini ialah mewawancarai ganda campuran asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, yang lolos ke babak final setelah mengalahkan Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Lauren menceritakan, sebelum turun ke lapangan untuk mengemban tugas jurnalistik, ia terlebih dulu mendapat bimbingan singkat dari salah seorang jurnalis BWF untuk memikirkan ide pertanyaan dan teknik wawancara yang baik.

"Ini tantangan yang hebat dan juga menyenangkan karena mendapat bimbingan dari Diane (staf BWF). Dia memberikan saya banyak tips dan trik sehingga membuat pekerjaan ini lebih mudah," kata Lauren menceritakan.

Meski sudah mendapat arahan, namun Lauren masih butuh adaptasi dan belajar terutama pada saat menyusun pertanyaan dan memahami konteks wawancara. Baginya, hal ini adalah bagian tersulit dari seorang jurnalis.

Meski sempat canggung, akhirnya Lauren sukses mewawancarai Tang/Tse dan mendapat respon positif dari narasumbernya itu.

Baca juga: Marcus/Kevin satu-satunya wakil di semifinal Indonesia Masters 2021

"Karena saya juga pemain, mereka awalnya bingung saat saya datangi. Tapi mereka merespon dengan baik dan senang rasanya bisa melihat mereka bisa tersenyum dan menerima pertanyaan yang saya berikan. Ini pengalaman yang sungguh luar biasa," ungkapnya.

Selesai mewawancarai narasumbernya, Lauren merasa pekerjaan sebagai jurnalis adalah hal hebat karena mendapat pengalaman baru yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Maklum saja, Lauren tidak memiliki latar belakang pendidikan atau pelatihan jurnalistik semasa hidupnya, dan baru kali pertama melakoni tugas sebagai jurnalis pada kesempatan ini.

Lauren menceritakan bahwa dia menyelesaikan kuliahnya tujuh tahun silam dengan gelar kepelatihan olahraga dan belum sempat mengenyam pendidikan apapun setelahnya hingga kini berprofesi sebagai atlet bulu tangkis dunia.

"Tadi adalah wawancara yang menyenangkan, dan saya bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka (Tang/Tse) setelah mendapat kemenangan besar. Dan saya rasa menjadi jurnalis olahraga adalah tugas yang menarik, saya bangga bisa mempelajarinya," pungkas Lauren.

Baca juga: Harapan terakhir ganda putri Indonesia terhenti di perempat final

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel