Lawan Corona Covid-19, Kapolres Grobogan Bersenjata 'Sabar' Tunggu Orang Ngopi

Liputan6.com, Grobogan - Nyaris tiap malam Kapolres Grobogan AKPB Ronny Tri Prasetyo Nugroho berkeliling sendiri memantau sejumlah tempat di wilayah hukum Grobogan untuk memantau pelaksanaan #tinggaldirumah. Bahkan Kapolres harus bersabar menunggui sejumlah orang yang sedang menikmati makan malam dan kopi panas, di sejumlah angkringan.

Banyak warga Grobogan yang nekat keluar rumah. Kapolres kemudian meminta agar mereka bubar. Namun banyak yang masih harus menghabiskan dulu karena pesanan mereka banyak disajikan dalam keadaan panas.

“Dibayar dulu, jangan langsung ditinggal pulang. Kasihan pedagangnya,” kata Kapolres.

Setiap Kapolres melihat kerumunan orang, ia akan langsung berhenti dan membubarkan. Disebutkan memang paling banyak adalah mereka yang nongkrong di warung kopi atau angkringan.

“Nanti sampai rumah, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Sayangi diri dan keluarga. Jangan sampai kalian menjadi penular virus corona covid-19,” kata AKBP Ronny.

 

Meremehkan

Kapolres Grobogan tiap malam berkeliling memastikan warga Grobogan berdiam di rumah untuk menekan corona covid-19. (foto: Liputan6.com/felek wahyu)

Biasanya Kapolres bersama 80 perwira dan para anggotanya akan berkeliling dengan pengeras suara. Semua yang ada di luar rumah disuruh masuk ke dalam rumah.

“Semua pulang. Mari kita bekerja sama agar jangan sampai satupun warga Grobogan terkena virus corona covid-19,” katanya.

Menurut AKBP Ronny, permintaan agar semua orang pulang dan tidak nongkrong merupakan rangkaian kegiatan sebagai pelaksanaan maklumat Kapolri.

“Dengan penyebaran corona covid-19, kami mementingkan perlindungan dan keselamatan masyarakat diatas segalanya,” kata AKBP Ronny.

Sementara itu, Agung salah satu warga yang nongkrong mengaku main karena bosan berada di rumah.

“Libur panjang jadi bosen. Tadi hanya mau main-main. Ternyata ada larangan dari pak polisi,” kata Agung.

Hendrawan, konsumen lain sempat meragukan keseriusan ancaman corona covid-19. Namun ketika melihat polisi bersungguh-sungguh dan tak menindak dengan represif, justru membuatnya berpikir akan bahayanya.

“Awalnya saya pikir tidak menakutkan. Tapi baca berita dan pak polisi sampai turun dalam jumlah sebanyak ini. Rasanya ngeri juga,” kata Hendrawan.

Mereka yang ditegur segera membereskan pembayaran dan pulang ke rumah. Kini, pelaksanaan social distancing atau #dirumahsaja di Grobogan jauh lebih baik. Masyarakat lebih taat pada himbauan tersebut.

Simak Video Berikut Ini