Lawan Corona COVID-19, Singapura Tolak Masuk Pengunjung Jangka Pendek

Liputan6.com, Singapura - Singapura, pada 22 Maret 2020, menerapkan langkah kontrol tambahan untuk mengurangi kasus infeksi Virus Corona Baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Kebijakan tersebut, yang berlaku mulai 23 Maret 2020 pukul 23.59, ditujukan untuk menekan angka kasus pasien COVID-19 dari kluster impor (dari luar negeri).

"Mengingat tingginya risiko kasus impor COVID-19 ke Singapura, semua pengunjung jangka pendek (Short-term visitors) sekarang tidak akan diizinkan masuk atau transit melalui Singapura," jelas Kementerian Kesehatan Singapura dalam pernyataan pers terbaru, Minggu 22 Maret 2020.

"Hal ini juga dilakukan untuk menghemat sumber daya sehingga kita dapat fokus pada orang Singapura."

Sebelumnya, kecuali beberapa negara, pengunjung jangka pendek dari tempat lain diizinkan untuk datang ke Singapura, dengan catatan, mereka harus melaksanakan 14 hari Stay-Home Notice (SHN) atau isolasi mandiri di rumah tepat setelah kedatangan.

Namun, bagaimanapun, sumber daya Singapura "justru dikeluarkan untuk melayani dan menegakkan SHN pada mereka. Dan, jika mereka jatuh sakit, petugas kami justru dikerahkan untuk memberi mereka perawatan medis."

Kemarin, sehari sebelum kebijakan itu diumumkan, masih ada 533 pengunjung jangka pendek yang tiba di Singapura.

 

Pemegang Visa Kerja Tetap Bisa Masuk Secara Terbatas

Para wisatawan mengunjungi Taman Merlion di Singapura pada 6 Maret 2020. Tempat-tempat wisata utama di Singapura sepi dari turis di tengah epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)

Singapura juga menetapkan "tidak ada entri atau transit melalui Singapura untuk semua pengunjung jangka pendek," kecuali "entri terbatas untuk pemegang izin kerja," lanjut Kementerian Kesehatan negara tersebut.

"Dari 23 Maret 2020, pukul 23.59, semua pengunjung jangka pendek (dari mana saja di dunia) tidak akan diizinkan masuk atau transit melalui Singapura."

"Lebih lanjut, Kementerian Tenaga Kerja hanya akan mengizinkan masuk/kembalinya pemegang izin kerja, termasuk tanggungan mereka, bagi mereka yang menyediakan layanan penting, seperti perawatan kesehatan dan transportasi." Dalam catatan kaki, pemegang izin kerja harus mendapat persetujuan dari Kementerian Ketenagakerjaan Singapura (MOM) sebelum masuk ke Singapura.

"Seperti yang diumumkan sebelumnya, semua Warga Negara Singapura, Warga Tetap dan Pemegang Paspor Jangka Panjang yang kembali ke Singapura akan tetap melaksanakan SHN 14 hari. Orang-orang di bawah SHN harus tetap di tempat tinggal mereka selama periode itu.

"Komite Kerja Khusus Singapura-Malaysia telah sepakat bahwa orang Malaysia dengan izin kerja di Singapura akan terus dapat bekerja di Singapura selama periode ini, dengan pengaturan akomodasi yang sesuai. Pengangkutan semua jenis barang antara Malaysia dan Singapura juga akan difasilitasi. Diskusi di Komite sedang berlangsung."

"Karena tindakan Singapura akan disesuaikan sesuai dengan situasi global yang berkembang, warga Singapura harus memeriksa situs web Departemen Kesehatan (https://www.moh.gov.sg/covid-19) untuk langkah-langkah terbaru."

 

Peningkatan Tajam

Para wisatawan mengunjungi Taman Merlion di Singapura pada 6 Maret 2020. Tempat-tempat wisata utama di Singapura sepi dari turis di tengah epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)

Telah ada peningkatan tajam lebih lanjut dalam kasus-kasus secara global dan infeksi yang terus menyebar. Hingga saat ini, ada lebih dari 260.000 COVID-19 kasus di 185 negara, dan sekitar 11.200 kematian.

Di Singapura, hampir 80 persen dari kasus COVID-19 baru selama tiga hari terakhir merupakan kluster kasus impor, kebanyakan dari mereka adalah warga Singapura dan pemegang Kartu Jangka Panjang yang pulang dari luar negeri. Kasus impor ini memiliki riwayat perjalanan ke 22 negara yang berbeda.

Simak video pilihan berikut: