Lawan Hoaks Seputar Covid-19, Peneliti Kembangkan AI Deteksi Informasi Palsu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Solusi untuk mengatasi hoaks atau informasi salah soal covid-19 sedang dikembangkan oleh Stevens Institute of Technology, New Jersey, AS. Tak main-main mereka sedang mengembangkan Alat kecerdasan buatan (AI) yang diharapkan mampu mendeteksi “berita palsu” terkait covid-19 sekaligus menandai otomatis laporan berita dan postingan media sosial yang menyesatkan.

Sejak awal pandemi, WHO memperingatkan ada bahaya yang sama dengan penyakit tersebut, yakni informasi palsu atau hoaks. Itu sebabnya Stevens Institute pun bergerak untuk merancang teknologi terbaru AI untuk melawannya.

"Kami sangat membutuhkan alat baru untuk membantu orang menemukan informasi yang dapat mereka percayai. Namun sejauh ini, kami berfokus pada teks," ujar K.P. Subbalakshmi, pakar AI di Stevens Institute for Artificial Intelligence dan profesor teknik listrik dan komputer dilansir EurekAlert.

Dirinya menambahkan bahasa yang lebih bombastis atau emosional, misalnya, seringkali berkorelasi dengan klaim palsu. Faktor lain seperti waktu publikasi, panjang artikel, dan bahkan jumlah penulis dapat dideteksi menggunakan algoritma AI, yang memungkinkannya menentukan kebenaran sebuah artikel.

Sejauh ini, rancangan arsitektur dasar AI yang mereka buat mampu mendeteksi berita palsu dengan akurasi sekitar 88 persen jauh lebih baik daripada kebanyakan alat AI sebelumnya.

"Setiap kali kami mengambil langkah maju, aktor jahat dapat belajar dari metode kami dan membangun sesuatu yang lebih canggih lagi," kata Dr. Subbulakshmi menjelaskan kendala yang dihadapi Ia pun berharap AI serupa akan terus dikembangkan untuk memenangkan pertempuran tersebut.

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel