Lawan Moeldoko, Demokrat Solo Raya Nyatakan Setia ke AHY

Agus Rahmat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 2 menit

VIVA – DPC Partai Demokrat se-Solo Raya menentang dan melawan kepengurusan Moeldoko hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatera Utara. Tak hanya itu, jajaran pengurus juga mengaku diiming-imingi ratusan juta rupiah jika hadir dalam KLB tersebut.

Perlawanan terhadap kepengurusan hasil KLB tersebut, dilakukan dengan menggelar unjuk rasa. Selain para pengurus DPC se-Solo Raya, aksi demo melawan Moeldoko itu juga diikuti puluhan kader partai berlambang mercy itu.

Mereka membawa poster bertuliskan 'Setia kepada Ketuam PD AHY dan lawan KLB abal-abal' dan meneriakkan yel-yel lawan Moeldoko.

Baca juga: Marak Kasus Korupsi, Rizal Ramli Usul Dana Parpol Ditambah

Aksi demo yang digelar di perbatasan Karanganyar dan Solo, tepatnya di Tugu Makutha itu menjadi pusat perhatian para pengguna jalan. Lantas, adanya aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat.

Koordinator aksi yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Solo Supriyanto mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk semangat membara para pengurus untuk melawan KLB yang memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.

"Aksi ini untuk melawan KLB dan khususnya untuk melawan kepemimpinan Pak Moeldoko yang sudah arogan terhadap kedaulatan Partai Demokrat yang tentunya kami tidak terima dengan sikap arogansi Pak Moeldoko cs," ucapnya kepada wartawan di Solo, Rabu, 10 Maret 2021.

Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga mengungkapkan jika jajaran pengurus DPC Partai Demokrat se-Solo Raya yang meliputi Solo, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar dan Wonogiri itu pernah mendapatkan ajakan dan iming-ming sejumlah uang untuk mengikuti KLB di Deli Serdang.

"Tawaran uang itu prosesnya panjang dan sudah muncul sejak satu bulan sebelum KLB. Pihak yang menawari merupakan pihak teman kami yang dari eks Ketua DPC Blora. Itu intens sekali menawari kepada kami. Selain itu yang menawari juga eks Ketua DPC Banyumas," jelasnya.

Mereka merayu dengan memberikan uang senilai Rp125 juta. Hanya saja uang tersebut tidak dibayar sekaligus, namun dicicil saat sebelum berangkat dan nanti sesudah tiba di tempat KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara.

"Istilahnya mereka merayu kami dengan iming-iming Rp25 juta di awal dan Rp100 juta kalau sudah sampai Medan. Tawaran itu sangat riil," tegasnya.

Dengan menolak tawaran tersebut, lanjut Supriyanto, jajaran pengurus DPC se-Solo Raya menyatakan kesetiannya di bawah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kami kekeuh menolak dan kami solid mendukung AHY sebagai ketua umum," tegasnya.