Lawan Varian Delta, Menkes Percepat Vaksinasi hingga 5 Juta Dosis per Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi masyarakat untuk menekan penyebaran virus Covid-19 terutama varian Delta.

Budi menegaskan, penyuntikan vaksinasi akan diupayakan mencapai target 1 juta per hari, kemudian 2 juta per hari di bulan Agustus bahkan mencapai 5 juta per hari jika memungkinkan.

"Pak Presiden mengarahkan agar dipastikan 1 juta vaksinasi di Juli ini terus dicapai, dan beliau di Agustus pengen 2 juta, dan beliau tambahkan kalau perlu dinaikkan sampai 5 juta," kata Menkes dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Adapun terkait pasokan vaksin, Menkes menegaskan stoknya mencukupi. Pada bulan Juli, akan datang 31 juta dosis vaksin dan pada Agustus akan datang 45 juta dosis vaksin.

"Jadi kira-kira di Juli ini 1 juta dosis harusnya bisa capai," kata Menkes.

Pihaknya juga sudah menyiapkan antisipasi kenaikan lonjakan kasus Covid-19 terutama varian delta.

"Karena varian ini sangat cepat penyebarannya, dimana kira-kira provinsi yang kemungkinan ada lonjakan lagi," katanya.

Jaga Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Dorong Penyuntikan 3 Juta Vaksin Covid-19 per Hari

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Rapat tersebut membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Rapat tersebut membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan program vaksinasi Covid-19 jadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Terdapat dua target dalam vaksinasi yaitu meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap varian baru virus Covid-19 dan juga pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Untuk itu kekeetatan imunitas yang bisa diluncurkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat yang penting, dan juga pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari covid-19 tetap bisa dikendalikan, namun pemulihan ekonomi tetap bisa dipertahankan," serunya dalam sesi teleconference terkait hasil sidang rapat paripurna, Senin (5/7/2021).

Oleh karenanya, Sri Mulyani pun menilai percepatan program vaksinasi Covid-19 jadi syarat yang sangat penting. Menurutnya, penyuntikan vaksin bisa diperbanyak tidak hanya jadi 2 juta dosis per hari, tapi hingga 3 juta dosis per hari.

"Oleh karena itu kenaikan jumlah yang divaksin bahkan mencapai 2 juta per hari, atau bahkan kalau kita ingin bisa menyelesaikan sampai akhir tahun ini, maka diperlukan vaksin hingga 3 juta per hari pada periode Oktober-November yang akan datang," imbuhnya.

"Ini sebuah target yang luar biasa tinggi. Dan tadi bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan bahwa kerjasama seluruh pihak harus dilakukan untum meningkatkan target vaksinasi ini," ujar Sri Mulyani.

Agar program 3 juta vaksin per hari ini bisa tercapai, Sri Mulyani mendorong penyaluran dilakukan dari pagi hingga malam hari. Dengan turut dibantu oleh sumber daya yang berasal dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, hingga seluruh dinas dan pemerintah daerah.

"Ini lah yang akan menjadi syarat penting untuk kita bisa menjaga ketahanan masyarakat dari covid-19. Tapi di sisi lain pemulihan ekonomi bisa dijaga atau dipertahankan momentumnya," tukas Sri Mulyani.

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel