Layanan Bus Umum di Sumatera Jadi Sorotan

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak masyarakat di Sumatera yang masih mengandalkan transportasi darat untuk bepergian. Jarak yang jauh tidak jadi masalah, asalkan bisa bertemu keluarga.

Namun, kondisinya ternyata jauh dari kata aman. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan saat memimpin perjalanan #PerpalZGoestoSumatra.

“Kondisi infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan bahan bakar solar, dahan pohon dan kabel listrik atau telepon yang terlalu rendah,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Kamis 8 April 2021.

Namun, kata Sani, persoalan yang terbesar adalah penegakan hukum untuk transportasi darat. Hal itu diperlukan, karena di lapangan banyak beroperasi mobil berpelat hitam yang mengangkut penumpang umum. Selain itu, banyak juga bus daerah lain yang beroperasi di wilayah Sumatera.

“Kalau kami lihat di terminal-terminal, banyak beroperasi bus berpelat dari provinsi yang bukan dari Sumatera. Misalnya, bus dari Jawa,” tuturnya.

Ada juga perusahaan otobus yang sudah lama tidak terdengar, tiba-tiba muncul lagi dengan armada yang kondisi dan pelat daerahnya beragam.

“Kondisi seperti ini mengancam kelangsungan bisnis angkutan bus. PO yang diketahui sudah lama tidak aktif, tiba-tiba menggunakan bus dari Jawa untuk beroperasi di Sumatera. Lalu, muncul lagi layanan travel yang menggunakan mobil MPV,” ungkapnya.

Dari hasil perjalanannya, Sani melihat bahwa bisnis PO sudah mulai diserahkan kepada generasi muda sebagai penerus.

“Bisnis layanan bus memang merupakan bisnis keluarga, dan sekarang sudah diturunkan ke generasi ke-2. Meski dijalankan oleh keluarga, bisnis layanan bus harus dikelola secara profesional,” tegasnya.

Sani mengungkapkan, road show yang dilakukan PerpalZ TV disambut baik oleh pemerintah daerah dan para pengusaha bus yang ada di Sumatera. Hasil liputannya bahkan dijadikan sumber untuk bahan studi dan masukan bagi pemangku kepentingan.