Layanan feri dihentikan, tanda bahaya dibunyikan saat Sydney tercekik asap kebakaran semak

Sydney (Reuters) - Asap dari kebakaran semak yang melanda Australia menyelimuti Sydney dalam kondisi diam pada Selasa, sehingga menyulut dibunyikannya tanda bahaya kebakaran, dan dihentikannya layanan feri sementara tempat bersejarah yang terkenal hilang di belakang asap terburuk yang pernah dilihat di kota pelabuhan itu.

Batas kebakaran 60 kilometer (37,2 mil) menghancurkan daerah sangat kering di sebelah barat-laut Sydney, kota terbesar Australia, dan mengirim asap berbahaya ke seluruh wilayah timur dan di atas Pasifik, bahkan mengakibatkan kabut lebih pada jarak 2.000 kilometer (1.243 mil) jauhnya di Selandia Baru, demikian citra satelit.

"Masa berasap yang telah kita saksikan ini selama satu bulan belakangan atau lebih, ini tak pernah terjadi sebelumnya, jadi kondisi ini adalah berisiko pada kesehatan rakyat," kata Richard Broome, Direktur Kesehatan Lingkungan Hidup di Pemerintah New South Wales.

Broome mengatakan meskipun banyak orang akan mengalami mata perih, radang tenggorokan dan hidung, mereka yang sudah memiliki gangguan kesehatan dan anak kecil serta orang tua sangat berisiko.

Catatan indeks kualitas udara di Sydney di beberapa wilayah kota tersebut pada Selasa adalah 11 kali dari jejak yang dipandang berbahaya, demikian data pemerintah.

Kebakaran hutan telah menyelimuti Sydney --tempat tinggal lebih dari lima juta orang dan lebih dikenal karena udara bersih dan pelabuhan birunya-- di dalam asap dan debu selama lebih dari dua pekan.

Asap telah mengubah langit siang jadi oranye, menghalangi daya pandang dan menyulut banyak pelaju memakai masker pernafasan.

Kebakaran semak umum terjadi saat musim panas yang kering di Australia, tapi kuatnya dan dininya kebakaran bulan lalu pada musim semi di Bumi belahan selatan tak pernah terjadi sebelumnya. Banyak ahli telah mengatakan perubahan iklim telah membuat lahan semak jadi sangat kering.

Meskipun tak ada perintah pengungsian resmi, banyak warga lokal di berbagai daerah yang terancam telah memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka, kata Wali Kota Hawkesbury Barry Calvert kepada Reuters.

"Seram bahwa banyak orang telah memutuskan untuk pergi, dan saya akan melakukan tindakan yang sama," kata Calvert, yang tinggal di bagian barat-laut Sydney.

"Saya pernah menghadapi kondisi ini sebelumnya sekitar 20 tahun lalu, ketika saya berdiri di luar rumah saya dan melihat kobaran api setinggi 50 kaki, saya saat itu memutuskan bahwa saya akan segera pergi kalau itu terjadi lagi," katanya.

Secara keseluruhan, ada lebih dari 100 kebakaran di negara bagian Australia Timur --New South Wales, Victoria dan Queensland, banyak yang telah terbakar sejak November.

Kebakaran itu telah menewaskan empat orang, merusak lebih dari 680 rumah dan membakar lebih dari 2,5 juta acre (1 juta hektare) lahan semak.

Banyak acara di luar ruangan dibatalkan di daerah yang dipenuhi asap pada Selasa, termasuk lomba perahu Sydney-ke-Hobar, yang dijadwalkan berlangsung di pelabuhan tersebut.

Layanan feri, yang dimulai pada hari itu dengan menggunakan peluit kabut saat mereka secara hati-hati bergerak melalui asap tebal, dihentikan saat makan siang sebab daya pandang turun lebih parah lagi.

Tebalnya asap bahkan masuk ke dalam bangunan pada Selasa, sehingga menyulut tanda bahaya di kantor dan rumah, dan di stasiun kereta serta kampus universitas, kata pemerintah.