Layanan First Media Kembali Pulih Usai Gangguan Kabel Internet Bawah Laut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Link Net sebagai pemilik merek First Media mengatakan pihaknya sudah berhasil mengatasi masalah internet akibat gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Bangka-Batam-Singapura (SKKL B2JS) dan Jakarta-Kalimantan-Batam-Singapura (SKKL Jakabare).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Link Net telah menambahkan kapasitas bandwidth darurat sebesar 200Gbps. Karenanya dalam waktu kurang dari 24 jam, layanan internet First Media kini sudah kembali pulih.

"Kini seluruh pelanggan kami, baik segmen residential dan enterprise sudah dapat menikmati layanan internet kami dengan normal kembali," tutur Chief of Technology & Product Officer Link Net, Edward Sanusi dalam keterangan resmi, Kamis (8/4/2021).

Sebagai informasi, gangguan yang terjadi pada SKKL B2JS dan Jakabare memang berdampak pada layanan ISP (Internet Service Provider) pengguna SKKL tersebut, termasuk salah satunya Link Net. Akibat masalah itu ada penurunan kecepatan internet yang dialami pelanggan First Media.

Link Net sendiri menggunakan tiga sistem kabel bawah laut ke Singapura, yakni SKKL Jakabare milik PT Indosat, SKKL B2JS yang dioperasikan PT Ketrosden Triasmitra, dan satu backup dari SKKL lain.

Penggunaan tiga SKKL ini merupakan bagian Business Contingency Plan Link Net agar dapat memberikan layanan internet optimal dan berkualitas bagi pelanggan, baik segmen residential maupun enterprise.

Respons Link Net untuk mengatasi gangguan yang dialami pelanggan First Media ini turut diapresiasi pakar krisis manajemen Dr. Firsan Nova.

Dia mengatakan Link Net mampu mengatasi krisis dalam waktu kurang dari 24 jam, sehingga tetap menjaga kepercayaan pelanggan dan stakeholder.

Kabel Internet Bawah Laut Indosat Ooredoo Putus, Internet Alami Gangguan

Peta kabel telekomunikasi bawah laut di Indonesia. (Doc: Submarine Cable Map)
Peta kabel telekomunikasi bawah laut di Indonesia. (Doc: Submarine Cable Map)

Beberapa hari lalu, pengguna internet First Media sempat mengeluhkan layanan internet dari First Media yang tidak dapat digunakan.

Keluhan dari pengguna membanjiri media sosial. Pihak First Media melalui akun Twitter @FirstMediaCares pun memberikan jawaban atas terganggunya layanan internet mereka.

"Kami informasikan bahwa saat ini sedang terjadi gangguan sistem komunikasi kabel bawah laut (Kabel B2JS dan kabel Jakabare) yang digunakan oleh LinkNet (First Media) dan juga oleh beberapa provider internet lainnya," kata First Media dalam cuitan, seperti dikutip Tekno Liputan6.com, Selasa (6/4/2021).

Lebih lanjut pihak First Media juga membeberkan, gangguan sistem komunikasi kabel bawah laut ini berdampak pada terganggunya layanan internet yang digunakan oleh semua pelanggan dari provider yang memakai kabel laut tersebut.

"Gangguan yang dirasakan berupa menurunnya kecepatan internet, khususnya saat akses ke situs luar negeri," kata pihak First Media.

Tim First Media pun mengupayakan pemulihan layanan untuk seluruh pelanggan.

Kabel Laut B2JS

Mengutip laman Submarinecablemap.com, kabel B2JS (Jakarta-Bangka-Batam-Singapore Cable System) dioperasikan sejak kuartal kedua 2013 dan dimiliki oleh Triasmitra.

Triasmitra merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan, penjualan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel fiber optik.

Laman ini juga mengungkap, panjang kabel bawah laut B2JS adalah 759 kilometer dan memiliki landing points di Batam, Batu Prahu, Jakarta, Pesaren, dan Tanah Merah, Singapura.

Sementara, kabel Jakabare adalah kabel bawah laut yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo dan dioperasikan sejak November 2009.

Kabel ini memiliki panjang 1.330 kilometer dan memiliki landing point di Changi Utara Singapura, Sungai Kakap, Tanjung Bemban, dan Tanjung Pakis Indonesia.

(Dam/Isk)